Kenangan Kita

Dalam ruang ini aku mengenang. Celoteh anak – anak mendoakan kita. Coletah mereka dengan kepolosannya. Kau ingat di ruang itu? ...

Jumat, 17 Mei 2013

Wahyu


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Perkembangan ilmiyah telah maju dengan pesat, dan cahayanya pun telah menyapu segala keraguan yang selama ini merayap dalam diri manusia mengenai roh yang ada di balik materi. Di balik tubuh manusia ada roh yang merupakan rahasia hidupnya, apabila tubuh itu kehabisan tenaga dan jaringan- jaringan mengalami kerusakan jika tidak mendapatkan makanan sesuai dengan kadarnyaa.
Begitu pula dengan roh ia memerlukan makanan yang dapat memberikan tenaga ruhani agar dapat memelihara sendi-sndi dan ketentuaan-ketentuan lainnya. Bagi Allah Swt bukan hal yang jauh dalam memilih dari antara hambaNya sejumlah jiwa yang dasarnya begitu jernih dan kodrat yang siap menerima sinar ilahi dan wahyu dari langit serta huungan dengan mahluk yang lebih tinggi  agar kepadanya diberikan  risalah ilahi yang dapat memenuhi keperluan manusia, mereka itulah para Rasul dan Nabi Allah Swt , maka tidaklah aneh jika mereka berhubungan dengan wahyu yang datang dari langit.
B. Rumusan masalah
1.    Apakah pengertian wahyu ?
2.    Bagaimana cara wahyu Allah turun?
3.    Apa saja keraguan orang-orang yang ingkar terhadap wahyu?
4.    Apakah fungsi dari wahyu?
5.    Bagaimana terjadinya kesesatan Ahli Ilmu kalam?
C. Tujuan
1.      Dapat menenrangkan apa yang di maksud dengan wahyu
2.      Dapat menjelaskan bagaimana proses wahyu di turunkan
3.      Dapat meyebutkan apa saja yang  menyebabkan keraguan orang-oang yang ingkar terhadap wahyu
4.      Dapat menjelaskan pengertian wahyu
5.      Dapat menjelaskan bagaimana terjadinya kesesatan para Ahli Ilmu kalam




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian wahyu
secara bahasa
1.       Isyarat yang cepat melalui rumus dan kode, seperti isyarat Zakaria yang di ceritakan  dalam Qur’an surat Maryam ayat 11
yltsƒmú 4n?tã ¾ÏmÏBöqs% z`ÏB É>#tósÏJø9$# #Óyr÷rr'sù öNÍköŽs9Î) br& (#qßsÎm7y Zotõ3ç/ $|ϱtãur ÇÊÊÈ  
“ Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang”.
2.      berarti ilham dalam Qur’an surat Al Qasas ayat 7
!$uZøŠym÷rr&ur #n<Î) ÏdQé& #ÓyqãB ÷br& ÏmÏèÅÊör& ( #sŒÎ*sù ÏMøÿÅz Ïmøn=tã ÏmŠÉ)ø9r'sù Îû ÉdOuŠø9$# Ÿwur Îû$sƒrB  Ÿwur þÎTtøtrB ( $¯RÎ) çnrŠ!#u Å7øs9Î) çnqè=Ïæ%y`ur šÆÏB šúüÎ=yößJø9$# ÇÐÈ  

dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah Dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya Maka jatuhkanlah Dia ke sungai (Nil). dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari Para rasu”.

llham ada dua yaitu:
a.          ilham fitri (firasat) yaitu ilham yang di berikan kepada manusia sebagai bawaan dasar manusia seperti wahyu terhadap ibu nabi Musa (Siti Maryam).
b.      ilham gharizi,yaitu ilham yang berupa naluri (insting) yang di berikan kepada manusia dan binatang seperti wahyu kepada lebah[1].
3.    Bisikan dan tipu daya setan  untuk menjadikan yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia. terdapat dalam surat Al An’Am ayat 121, 112.
Ÿwur (#qè=à2ù's? $£JÏB óOs9 ̍x.õムÞOó$# «!$# Ïmøn=tã ¼çm¯RÎ)ur ×,ó¡Ïÿs9 3 ¨bÎ)ur šúüÏÜ»u¤±9$# tbqãmqãs9 #n<Î) óOÎgͬ!$uÏ9÷rr& öNä.qä9Ï»yfãÏ9 ( ÷bÎ)ur öNèdqßJçG÷èsÛr& öNä3¯RÎ) tbqä.ÎŽô³çRmQ ÇÊËÊÈ  
dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya[501]. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.

[501] Yaitu dengan menyebut nama selain Allah.

y7Ï9ºxx.ur $oYù=yèy_ Èe@ä3Ï9 @cÓÉ<tR #xrßtã tûüÏÜ»ux© ħRM}$# Çd`Éfø9$#ur ÓÇrqムöNßgàÒ÷èt/ 4n<Î) <Ù÷èt/ t$ã÷zã ÉAöqs)ø9$# #Yráäî 4 öqs9ur uä!$x© y7/u $tB çnqè=yèsù ( öNèdöxsù $tBur šcrçŽtIøÿtƒ ÇÊÊËÈ  
“ dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)[499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”.

[499] Maksudnya syaitan-syaitan jenis jin dan manusia berupaya menipu manusia agar tidak beriman kepada Nabi.


4.      Apa yang disampaikan Allah SWT pada para malaikat berupa suatu perintah untuk dikerjakan, terdapat dalam surat Al Anfal ayat 12
øŒÎ) ÓÇrqムy7/u n<Î) Ïps3Í´¯»n=yJø9$# ÎoTr& öNä3yètB (#qçGÎm;sWsù šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä 4 Å+ø9é'y Îû É>qè=è% šúïÏ%©!$# (#rãxÿx. |=ôã9$# (#qç/ÎŽôÑ$$sù s-öqsù É-$oYôãF{$# (#qç/ÎŽôÑ$#ur öNåk÷]ÏB ¨@à2 5b$uZt/ ÇÊËÈ  
(ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku bersama kamu, Maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman". kelak akan aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, Maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka”.

[599] Maksudnya: ujung jari disini ialah anggota tangan dan kaki.

secara  istilah
Di katakan wahaitu  dan auhaitu, bila kita berbicara kepadanya agar tidak diketahui orang lain. wahyu adalah isyarat yang cepat, itu terjadi melalui pembicraan yang berupa rumus dan lambang dan terkadang melalui suara semata. wahyu adalah pemberitahuan Allah SWT diberikan kepada seseorang dari nabi-nabi dan Rasulnya.[2]
 Al wahy atau wahyu adalah kata masdhar yang menunjukan dua pengertian dasar yaitu tersembunyi dan cepat, maka dapat dikatakan bahwa wahyu itu pemberitahuan tersembunyi dan cepat dan khusus yang ditunjukan kepada orang  tertantu tanpa diberitahu orang lain.[3] sebagaimana Rasulullah SAW mendapat wahyu pertama yaitu surat Al Alaq digua hira, beliau dalam keadaan sendiri.  
"Wahyu" adalah berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berasal daripada perkataan "awha" bermaksud; inspirasi daripada orang lain atau arahan seseorang. Secara umumnya,Wahyu ialah perintah atau kata-kata Allah (كلام الله) SWT yang disampaikan kepada para Rasul-Nya.
Nabi Muhammad sebagai salah seorang rasul (pesuruh) Allah Ta’ala juga menerima wahyu yang disampaikan melalui perantaraan malaikat Jibril. Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW ialah Surah Al-‘Alaq (سورة العلق) ayat 1-5:

ù&tø%$#  ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ   t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ   ù&tø%$# y7š/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ   Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ   zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ  
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

 Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
                            
B.     Cara wahyu di turunkan
1.      dengan pemberitahuan secara langsung dalam jiwa nabi
cara ini di langsung diberitahukan ke dalam jiwa nabi, mengenai pengetahuan yang dia sendiri tidak mampu menolaknya dan tidak sedikitpun diragukan kebenarannya. Cara ini sering disebut dengan ra’yu ash-shalihah atau impian nyata yang perolehnya dengan jalan mimpi dalam tidur, tetpi kemudian menjadi kenyataan. contohnya, sperti impian Nabi Ibrahim as : ketika menerima wahyu yang memerintahkan supaya menyembelih putranya, Nabi Ismail as.HSl ini seperti di jelaskan dalam Al Qur’an

$¬Hs>sù x÷n=t/ çmyètB zÓ÷ë¡¡9$# tA$s% ¢Óo_ç6»tƒ þÎoTÎ) 3ur& Îû ÏQ$uZyJø9$# þÎoTr& y7çtr2øŒr& öÝàR$$sù #sŒ$tB 2ts? 4 tA$s% ÏMt/r'¯»tƒ ö@yèøù$# $tB ãtB÷sè? ( þÎTßÉftFy bÎ) uä!$x© ª!$# z`ÏB tûïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÊÉËÈ    
 Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar".


2.      Dengan cara penyampaian di balik tabir
yakni suara bisikan wahyu disampaikan kepada Nabi Saw dari celah-celah gemirincingannya suara lonceng atau bel.
 Aisyah meriwayatkan bahwa:
أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَل رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي، وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُول". قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ، وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا.
Al-Haris bin Hisyam telah bertanya kepada Rasulallah, dan dia berkata: Ya Rasulallah, bagaimana wahyu mendatangi kamu?. Maka berkata Rasulullah: «Kadangkala ia mendatangi saya seperti dengungan loceng, dan ia adalah yang paling berat ke atas saya, maka ia pun terputus daripada saya, dan saya telah ingat daripadanya apa yang dia katakan. Dan kadangkala satu malaikat menyerupakan untuk saya sebagai seorang lelaki, maka dia berkata-kata kepada saya, dan saya ingat apa yang dia katakan». Berkata `A’isyah: Dan sesungguhnya saya telah melihatnya, turun ke atasnya wahyu, pada suatu hari yang sangat sejuk, maka ia pun putus daripadanya, dan sesungguhnya dahinya benar-benar mengalirkan peluh. [Al-Bukhariy/ 2].
Jadi yang dijadikan tabir penurup pendengaran sahabat –sahabat nabi adalah gemuruhnya bunyi lonceng, yang menghalangi telinga mereka mendengan bisikan suara wahyu ayat yang diturunkan, namun telinga Nabi tetap mendengar bisikan suara wahyu itu dari balik tabir suara lonceng tersebut.
3.      Deangn cara melalui perantaraan Malaikat Jibril as Sebagai pembawa wahyunya.
Jadi, Malaikat Jibril membacakan wahyu ayat-ayat yang dirunkan, baik dia tetep dalam bentuk aslinya dalam alam rohani, dan Nabi saw yang melepaskan diri dari bentuk tubuh jasmani menjadi bentuk rohani. cara ini terasa erat bagi Nabi sehingga seolah-olah belia seperti mengiau atau pingsan, meski sebenarnya beliau waktu itu tidak mengigau ataupun pingsan. melainka kaena sedang penuh konsentrasi dalam menghadappi Malaikat dalam alam rohani. hal ini sesuai dengan keterangan al Qur’an : [4]

$¯RÎ) Å+ù=ãZy šøn=tã Zwöqs% ¸xÉ)rO ÇÎÈ  
       Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat.

 Perkataan Wahyu dalam Al-Qur'an

Perkataan Arab wahyu berasal dari Awha,dan bermaksud inspirasi dari orang lain atau arahan seseorang.
Di bawah adalah contoh Awha dalam Quran:
a.       Perintah untuk lebah
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
Dan Tuhan kamu telah mewahyukan (memerintahkan) kepada lebah agar kamu mengambil daripada gunung sebagai rumah, dan daripada pokok dan daripada apa yang mereka bina (Surah An-Nahl: 68)
b.      Perintah kepada bumi
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا. وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا. يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا. بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
Dan bumi mengeluarkan muatannya. Dan manusia berkata, "Kenapa dengannya?". Pada hari itu, ia menceritakan perkhabarannya. Bahawa Tuhan kamu telah mewahyukan (memerintahkan) kepadanya.(Surah Az-Zalzalah: 2-5)
c.       Perintah kepada langit
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاء أَمْرَهَا
Maka Dia telah menjadikannya tujuh langit dalam dua hari dan Dia telah mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. (Surah Fussilat: 12)
d.      Perintah kepada Ibu Musa dalam bentuk inspirasi atau ilham dari Allah
وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ
Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa: Susukanlah dia; dalam pada itu, jika engkau takutkan sesuatu bahaya mengenainya (dari angkara Firaun), maka (letakkanlah dia di dalam peti dan) lepaskanlah dia ke laut dan janganlah engkau merasa bimbang dan jangan pula berdukacita; sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan Kami akan melantiknya menjadi salah seorang dari Rasul-rasul Kami. (Surah Al-Qasas: 7)

e.       Perintah secara terus dari Allah
إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلآئِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُواْ الَّذِينَ آمَنُواْ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُواْ الرَّعْبَ فَاضْرِبُواْ فَوْقَ الأَعْنَاقِ وَاضْرِبُواْ مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ
Ingatlah, ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan kedalam hati orang-orang kafir, (Surah Al-Anfaal: 12)
Terdapat juga perkataan Awha (inspirasi) dalam Quran yang menunjukkan kepada Iblis.Namun,perkataan membisik lebih sesuai bagi menunjukkan inpirasi jahat dari Iblis.
C. Keraguan orang yang ingkar terhadap wahyu
 Orang-orang jahiliyah baik lama ataupun modern selalu berusaha untuk menimbulkan keraguan terghadap wahyu dengan sikap keras kepala dan sombong dan keraguan itu lemah sekali tidak dapat di terima, diantaranya
1.      Mereka mengira bahwa qur’an dari pribadi Muhammad SAW: dengan menciptakan makna-maknanya dan dia sendiri yang menyusun “gaya bahasanya”, Qur’an bukanlah wahyu. ini merupakan sangkaan yang batil.mereka mengetahui bahwa pribadi rasulullah iru baik namun menreka mengingkari wahyu dan mereka menganggap bahwa Rasulullah berdusta. sepaerti halnya ketika orang-orang kafir mengira siti Aisyah selingkuh dengan sahabat nabi. pada saat itu wahyu Allah SWT tak kunjung turun, berbulan bulan Rasulullah menanti hingga akhirnya turun wahyu Allah SWT yakni surat Al Haqqah.
2.      Orang-orang jahiliyah dari dulu hingga sekarang mengira bahwa Rasulullah mempunyai kecerdasan otak, kedalaman penglihatan, kekuatan firasat, kecerdikan yang hebat, kejernihan jiwa dan renungan yang benar, yang menjadikannya memahami ukuran-ukuran yang baik dan yang buruk, benar dan salah melalui ilham (inspirasi) serta mengenali perkara-perkara yang rumit sehingga mereka mengira qur’an itu tidak lain dari pada hasil penalaran intelektual dan pemahaman yang di ungkapkan muhammad dengan gaya bahasa dan rektorikanya.
3.      orang jahiliyah dahulu dan sekarang menyangka bahwa rosulullah menerima ilmu-ilmu qur’an dari seorang guru namun mereka tidak mengetahui siapa yang mengajari muhmmad. dan orang-orang arab ingin sekali menolak qur’an karena dendam mereka dengan muhammad, tetapi mereka tidak sanggup, tidak menemukan jalan sehingga usaha mereka sia-sia.

D.Dalil-dalil kebenaran turunnya wahyu
Semua penjelasan tentang nuzulul Qur’an tidak mudah di terima dan dipahami kecuali oleh orang-orang yang beriman kepada kekuasaan Allah SWT, kejujuran Malaikat Jibril As dalam membawa turun kitab suciNya kepada para Nabi atau Rasul secara khusus telah memperoleh hal-hal yang luar biasa sebagai mu’jizatnya. umtuk membuktikan kebenarannya terdapat 5 dalil ilmiyah, diantaranya :
1.    dalil pertama peniduran buatan atau hipnotis atau setruman
2.    Dalil akrobat circus
3.    Dalil alat rekam seperti piring-piringan hitam pita-pita, casette, mesin fotocopy dsb
4.    Dalil ke empat alat elektronik canggih seperti radio, televisi, komputer,video dsb
5.    Dalil ke lima komunikasi canggih seperti telephone, telegram, modem dll yang dapat segera mengirimkan pesan atau berita atau tulisan, gambar dan data-data dari dan ke tempat-tempat yang jauh sekalipun.[5]

E. kesesatan ahli ilmu kalam
            para ahli ilmu kalam telah tenggelam dalam cara-cara para filosof dalam menjelaskan kalam allah sehingga mereka sesat dan menyesatkan orang lain. mereka membagi kalam allah menjadi dua bagian yaitu:
a.       kalam nafsi yaitu kalam yang kekal yang ada pada zat allah, yang tidak berupa huruf, suara, tertip dan tidak pula berbahasa.
b.      kalam lafzi yaitu kalam yang diturunkan kepada para nabi AS yang di antaranya empat buah kitab. dan para ahli kalam ini semakin terbenam dalam perselisihan yang mereka adakan : Apakah qur’an dalam pengertian kalam lafzi, makhluk/bukan?. mereka memperkuat pendapat bahwa qur’an dalam pengertian kalam lafzi adalah makhluk.[6]
F. fungsi wahyu
            Menurut pandangan muhammad abduh keberadaan wahyu dapat dibagi dalam dua fungsi.
pertama:fungsi pokokyaitu fungsi yang timbul dari keyakinan bahwa jiwa manusia akan terus ada dan kekal sesudah tubuh kasar mati.
kedua:mempuyai kaitan erat dengan sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial, seperti halnya manusia harus hidup berkelompok, mewujudkan kehidupan sosial yang rukan dan damai serta untuk memberi gambaran tenteng adanya akhirat dan kehidupan setelah mati.wahyu dapat menolong akal dalam mengatur masyarakat, dalam mendidik manusia untuk hidup damai dan tentram dengan sesamanya. wahyu membawa syari’at yang mendorong manusia untuk melaksanakan kewajiban. fungsi lain dari wahyu adalah menguatkan pendapatdan meluruskanya melalui sifat sakral dan absolut yang dimilikinya.[7]
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1.      wahyu adalah sebuah pmberitahuan yang tersembunyi dancepat ang khusus di beritahukan pada orang tanpa di ketahui orang lain, wahyu dapat juga dikatakan sebagai isyarat, ilham, bisikan dan tipu daya setan serta berita yang di sampaikan kepada para malaikat berupa suatu perintah atau larangan.
2.      cara wahyu diturunkan
a.       dengan pemberitahuan secara langsung dalam jiwa nabi
b.      Dengan cara penyampaian di balik tabir
c.       Dengan perantara malaikat, baik berwujud asli maupun menyerupai manusia
d.        wahyu yang datang seperti gemerincingnya lonceng.
3.      keraguan orang-orang terhadap wahyu
orang-orang jahiliyah mengetahui Rasulullah SAW mempunyai kecerdasan otak, kedalaman penglihatan, kekuatan firasat, kecerdikan yang hebat, kejernihan jiwa dan renungan yang benar, yang menjadikannya memahami ukuran-ukuran yang baik dan yang buruk, benar dan salah melalui ilham (inspirasi) serta mengenali perkara-perkara yang rumit sehingga mereka mengira qur’an itu tidak lain dari pada hasil penalaran intelektual dan pemahaman yang di ungkapkan muhammad dengan gaya bahasa dan rektorikanya.
4.         fungsi wahyu
pertama:fungsi pokokyaitu fungsi yang timbul dari keyakinan bahwa jiwa manusia akan terus ada dan kekal sesudah tubuh kasar mati.jdi Allah SWT menurunkan wayu pada para Nabi untuk memberikan penjelasan pada tetang adannya alam ghaib
kedua:mempuyai kaitan erat dengan sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial, seperti halnya manusia harus hidup berkelompok, mewujudkan kehidupan sosial yang rukan dan damai serta untuk memberi gambaran tenteng adanya akhirat dan kehidupan setelah mati.wahyu dapat menolong akal dalam mengatur masyarakat,dalam mendidik manusia untuk hidup damai dan tentram dengan sesamanya. wahyu membawa syari’atyang mendorong manusia untuk melaksanakan kewajiban. fungsi lain dari wahyu adalah menguatkan pendapatdan meluruskanya melalui sifat sakral dan absolut yang dimilikinya.[8]
DARTAR PUSTAKA

Al-qattan,manna khalil.2012. study ilmu-ilmu qur’an. Bogo: pustaka listera antarnusa.
            Djalal,Abdul. 2013.Ulumul Qur’an. Surabaya : Dunia  Ilmu.
Kholis ,Nur.2008. Pengantar Studi Al Qur’an Dan Al Hadist. Yogyakarta : Teras.
Ms,wikipedia.org/wiki/wahyu. di unduh pada tanggal 24 febuari 2014. pukul 10.00
Muhammad, Ghufron. 2013.Ulumul Qur’an.Yogyakarta : Teras.


[1] Abdul Djalal, Ulumul Qur’an(Surabaya : Dunia  Ilmu,2013),67.
[2] Ghufron,Muhammad.Ulumul Qur’an(Yogyakarta : Teras, 2013), 1.
[3] Kholis ,Nur.Pengantar Studi Al Qur’an Dan Al Hadist( Yogyakarta : Teras,208),1.
[4] Abdul, djalal.Ulumal Qur’an (surabaya : Dnia Ilmu, 2013),.0-72
[5] Abdul Djalal,op.cit, 73-78
[6] al-qattan,manna khalil, study ilmu-ilmu qur’an, (bogo:pustaka listera antarnusa,2012),51-58.
[7] kholis, nur,  op.cit,18-20.
[8] kholis, nur,  op.cit,18-20.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar