BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan
ilmiyah telah maju dengan pesat, dan cahayanya pun telah menyapu segala
keraguan yang selama ini merayap dalam diri manusia mengenai roh yang ada di
balik materi. Di balik tubuh manusia ada roh yang merupakan rahasia hidupnya,
apabila tubuh itu kehabisan tenaga dan jaringan- jaringan mengalami kerusakan
jika tidak mendapatkan makanan sesuai dengan kadarnyaa.
Begitu
pula dengan roh ia memerlukan makanan yang dapat memberikan tenaga ruhani agar
dapat memelihara sendi-sndi dan ketentuaan-ketentuan lainnya. Bagi Allah Swt
bukan hal yang jauh dalam memilih dari antara hambaNya sejumlah jiwa yang
dasarnya begitu jernih dan kodrat yang siap menerima sinar ilahi dan wahyu dari
langit serta huungan dengan mahluk yang lebih tinggi agar kepadanya diberikan risalah ilahi yang dapat memenuhi keperluan
manusia, mereka itulah para Rasul dan Nabi Allah Swt , maka tidaklah aneh jika
mereka berhubungan dengan wahyu yang datang dari langit.
B. Rumusan
masalah
1.
Apakah
pengertian wahyu ?
2.
Bagaimana
cara wahyu Allah turun?
3.
Apa
saja keraguan orang-orang yang ingkar terhadap wahyu?
4.
Apakah
fungsi dari wahyu?
5.
Bagaimana
terjadinya kesesatan Ahli Ilmu kalam?
C. Tujuan
1.
Dapat
menenrangkan apa yang di maksud dengan wahyu
2.
Dapat
menjelaskan bagaimana proses wahyu di turunkan
3.
Dapat
meyebutkan apa saja yang menyebabkan
keraguan orang-oang yang ingkar terhadap wahyu
4.
Dapat
menjelaskan pengertian wahyu
5.
Dapat
menjelaskan bagaimana terjadinya kesesatan para Ahli Ilmu kalam
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian wahyu
secara bahasa
1.
Isyarat yang cepat melalui rumus dan kode,
seperti isyarat Zakaria yang di ceritakan
dalam Qur’an surat Maryam ayat 11
yltsmú 4n?tã ¾ÏmÏBöqs% z`ÏB É>#tósÏJø9$# #Óyr÷rr'sù öNÍkös9Î) br& (#qßsÎm7y Zotõ3ç/ $|ϱtãur ÇÊÊÈ
“ Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya,
lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi
dan petang”.
2.
berarti
ilham dalam Qur’an surat Al Qasas ayat 7
!$uZøym÷rr&ur #n<Î) ÏdQé& #ÓyqãB ÷br& ÏmÏèÅÊör& ( #sÎ*sù ÏMøÿÅz Ïmøn=tã ÏmÉ)ø9r'sù Îû ÉdOuø9$# wur Îû$srB wur þÎTtøtrB ( $¯RÎ) çnr!#u Å7øs9Î) çnqè=Ïæ%y`ur ÆÏB úüÎ=yößJø9$# ÇÐÈ
“ dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah Dia, dan apabila
kamu khawatir terhadapnya Maka jatuhkanlah Dia ke sungai (Nil). dan janganlah
kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena Sesungguhnya Kami akan
mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari Para rasu”.
llham ada dua
yaitu:
a.
ilham fitri (firasat) yaitu ilham yang di
berikan kepada manusia sebagai bawaan dasar manusia seperti wahyu terhadap ibu
nabi Musa (Siti Maryam).
b.
ilham
gharizi,yaitu ilham yang berupa naluri (insting) yang di berikan kepada manusia
dan binatang seperti wahyu kepada lebah.
3.
Bisikan
dan tipu daya setan untuk menjadikan
yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia. terdapat dalam surat Al An’Am
ayat 121, 112.
wur (#qè=à2ù's? $£JÏB óOs9 Ìx.õã ÞOó$# «!$# Ïmøn=tã ¼çm¯RÎ)ur ×,ó¡Ïÿs9 3 ¨bÎ)ur úüÏÜ»u¤±9$# tbqãmqãs9 #n<Î) óOÎgͬ!$uÏ9÷rr& öNä.qä9Ï»yfãÏ9 ( ÷bÎ)ur öNèdqßJçG÷èsÛr& öNä3¯RÎ) tbqä.Îô³çRmQ ÇÊËÊÈ
“ dan janganlah
kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika
menyembelihnya[501]. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu
kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar
mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu
tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.
[501] Yaitu
dengan menyebut nama selain Allah.
y7Ï9ºxx.ur $oYù=yèy_ Èe@ä3Ï9 @cÓÉ<tR #xrßtã tûüÏÜ»ux© ħRM}$# Çd`Éfø9$#ur ÓÇrqã öNßgàÒ÷èt/ 4n<Î) <Ù÷èt/ t$ã÷zã ÉAöqs)ø9$# #Yráäî 4 öqs9ur uä!$x© y7/u $tB çnqè=yèsù ( öNèdöxsù $tBur crçtIøÿt ÇÊÊËÈ
“ dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh,
Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian
mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang
indah-indah untuk menipu (manusia)[499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya
mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka
ada-adakan”.
[499] Maksudnya
syaitan-syaitan jenis jin dan manusia berupaya menipu manusia agar tidak
beriman kepada Nabi.
4.
Apa
yang disampaikan Allah SWT pada para malaikat berupa suatu perintah untuk
dikerjakan, terdapat dalam surat Al Anfal ayat 12
øÎ) ÓÇrqã y7/u n<Î) Ïps3Í´¯»n=yJø9$# ÎoTr& öNä3yètB (#qçGÎm;sWsù úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä 4 Å+ø9é'y Îû É>qè=è% úïÏ%©!$# (#rãxÿx. |=ôã9$# (#qç/ÎôÑ$$sù s-öqsù É-$oYôãF{$# (#qç/ÎôÑ$#ur öNåk÷]ÏB ¨@à2 5b$uZt/ ÇÊËÈ
“ (ingatlah),
ketika Tuhanmu mewahyukan kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku bersama
kamu, Maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman". kelak
akan aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, Maka
penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka”.
[599]
Maksudnya: ujung jari disini ialah anggota tangan dan kaki.
secara istilah
Di
katakan wahaitu dan auhaitu,
bila kita berbicara kepadanya agar tidak diketahui orang lain. wahyu adalah
isyarat yang cepat, itu terjadi melalui pembicraan yang berupa rumus dan
lambang dan terkadang melalui suara semata. wahyu adalah pemberitahuan Allah
SWT diberikan kepada seseorang dari nabi-nabi dan Rasulnya.
Al wahy atau wahyu adalah kata masdhar yang
menunjukan dua pengertian dasar yaitu tersembunyi dan cepat, maka dapat
dikatakan bahwa wahyu itu pemberitahuan tersembunyi dan cepat dan khusus yang ditunjukan
kepada orang tertantu tanpa diberitahu
orang lain.
sebagaimana Rasulullah SAW mendapat wahyu pertama yaitu surat Al Alaq digua
hira, beliau dalam keadaan sendiri.
"Wahyu"
adalah berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berasal
daripada perkataan "awha" bermaksud; inspirasi daripada orang lain
atau arahan seseorang. Secara umumnya,Wahyu ialah perintah atau
kata-kata Allah (كلام الله)
SWT yang disampaikan kepada para Rasul-Nya.
Nabi Muhammad sebagai salah
seorang rasul (pesuruh) Allah Ta’ala juga menerima wahyu yang disampaikan
melalui perantaraan malaikat Jibril. Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW ialah Surah Al-‘Alaq (سورة العلق) ayat 1-5:
ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ ù&tø%$# y7/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷èt ÇÎÈ
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang
Menciptakan,
2.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.
Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang
mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5.
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Maksudnya:
Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
B.
Cara wahyu di turunkan
1.
dengan
pemberitahuan secara langsung dalam jiwa nabi
cara
ini di langsung diberitahukan ke dalam jiwa nabi, mengenai pengetahuan yang dia
sendiri tidak mampu menolaknya dan tidak sedikitpun diragukan kebenarannya.
Cara ini sering disebut dengan ra’yu ash-shalihah atau impian nyata yang
perolehnya dengan jalan mimpi dalam tidur, tetpi kemudian menjadi kenyataan.
contohnya, sperti impian Nabi Ibrahim as : ketika menerima wahyu yang
memerintahkan supaya menyembelih putranya, Nabi Ismail as.HSl ini seperti di
jelaskan dalam Al Qur’an
$¬Hs>sù x÷n=t/ çmyètB zÓ÷ë¡¡9$# tA$s% ¢Óo_ç6»t þÎoTÎ) 3ur& Îû ÏQ$uZyJø9$# þÎoTr& y7çtr2ør& öÝàR$$sù #s$tB 2ts? 4 tA$s% ÏMt/r'¯»t ö@yèøù$# $tB ãtB÷sè? ( þÎTßÉftFy bÎ) uä!$x© ª!$# z`ÏB tûïÎÉ9»¢Á9$# ÇÊÉËÈ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur
sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku
Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah
apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan
kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang
sabar".
2.
Dengan
cara penyampaian di balik tabir
yakni
suara bisikan wahyu disampaikan kepada Nabi Saw dari celah-celah
gemirincingannya suara lonceng atau bel.
Aisyah meriwayatkan bahwa:
أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
سَأَل رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ
اللَّهِ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ،
وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي، وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ،
وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا
يَقُول". قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ
يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ
عَنْهُ، وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا.
“Al-Haris bin Hisyam telah bertanya kepada Rasulallah, dan dia berkata: Ya
Rasulallah, bagaimana wahyu mendatangi kamu?. Maka berkata Rasulullah: «Kadangkala ia
mendatangi saya seperti dengungan loceng, dan ia adalah yang paling berat ke
atas saya, maka ia pun terputus daripada saya, dan saya telah ingat daripadanya
apa yang dia katakan. Dan kadangkala satu malaikat menyerupakan untuk saya
sebagai seorang lelaki, maka dia berkata-kata kepada saya, dan saya ingat apa
yang dia katakan». Berkata `A’isyah: Dan sesungguhnya saya telah melihatnya,
turun ke atasnya wahyu, pada suatu hari yang sangat sejuk, maka ia pun putus
daripadanya, dan sesungguhnya dahinya benar-benar mengalirkan peluh”. [Al-Bukhariy/ 2].
Jadi yang dijadikan tabir penurup pendengaran sahabat –sahabat nabi adalah
gemuruhnya bunyi lonceng, yang menghalangi telinga mereka mendengan bisikan
suara wahyu ayat yang diturunkan, namun telinga Nabi tetap mendengar bisikan
suara wahyu itu dari balik tabir suara lonceng tersebut.
3.
Deangn cara melalui perantaraan Malaikat Jibril as Sebagai pembawa
wahyunya.
Jadi, Malaikat Jibril membacakan wahyu ayat-ayat yang dirunkan, baik dia
tetep dalam bentuk aslinya dalam alam rohani, dan Nabi saw yang melepaskan diri
dari bentuk tubuh jasmani menjadi bentuk rohani. cara ini terasa erat bagi Nabi
sehingga seolah-olah belia seperti mengiau atau pingsan, meski sebenarnya
beliau waktu itu tidak mengigau ataupun pingsan. melainka kaena sedang penuh
konsentrasi dalam menghadappi Malaikat dalam alam rohani. hal ini sesuai dengan
keterangan al Qur’an :
$¯RÎ)
Å+ù=ãZy øn=tã
Zwöqs%
¸xÉ)rO ÇÎÈ
Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu
Perkataan yang berat.
Perkataan
Wahyu dalam Al-Qur'an
Perkataan Arab wahyu
berasal dari Awha,dan bermaksud inspirasi dari orang lain atau arahan
seseorang.
Di bawah adalah contoh Awha dalam Quran:
a.
Perintah untuk
lebah
وَأَوْحَى
رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ
الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
Dan Tuhan kamu telah
mewahyukan (memerintahkan) kepada lebah agar kamu mengambil daripada gunung
sebagai rumah, dan daripada pokok dan daripada apa yang mereka bina (Surah An-Nahl: 68)
b.
Perintah kepada
bumi
وَأَخْرَجَتِ
الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا. وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا. يَوْمَئِذٍ
تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا. بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
Dan bumi
mengeluarkan muatannya. Dan manusia berkata, "Kenapa dengannya?".
Pada hari itu, ia menceritakan perkhabarannya. Bahawa Tuhan kamu telah
mewahyukan (memerintahkan) kepadanya.(Surah
Az-Zalzalah: 2-5)
c.
Perintah kepada
langit
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ
وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاء أَمْرَهَا
Maka Dia
telah menjadikannya tujuh langit dalam dua hari dan Dia telah mewahyukan pada
tiap-tiap langit urusannya. (Surah
Fussilat: 12)
d.
Perintah kepada
Ibu Musa dalam bentuk inspirasi atau ilham dari Allah
وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ
أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي
وَلَا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ
Dan Kami ilhamkan kepada
ibu Musa: Susukanlah dia; dalam pada itu, jika engkau takutkan sesuatu bahaya
mengenainya (dari angkara Firaun), maka (letakkanlah dia di dalam peti dan)
lepaskanlah dia ke laut dan janganlah engkau merasa bimbang dan jangan pula
berdukacita; sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan Kami akan
melantiknya menjadi salah seorang dari Rasul-rasul Kami. (Surah Al-Qasas: 7)
e.
Perintah secara
terus dari Allah
إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلآئِكَةِ أَنِّي
مَعَكُمْ فَثَبِّتُواْ الَّذِينَ آمَنُواْ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ
كَفَرُواْ الرَّعْبَ فَاضْرِبُواْ فَوْقَ الأَعْنَاقِ وَاضْرِبُواْ مِنْهُمْ كُلَّ
بَنَانٍ
Ingatlah, ketika Tuhanmu
mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka
teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak
akan Aku jatuhkan rasa ketakutan kedalam hati orang-orang kafir, (Surah Al-Anfaal: 12)
Terdapat juga perkataan Awha (inspirasi)
dalam Quran yang menunjukkan kepada Iblis.Namun,perkataan membisik lebih sesuai
bagi menunjukkan inpirasi jahat dari Iblis.
C. Keraguan
orang yang ingkar terhadap wahyu
Orang-orang jahiliyah baik lama ataupun modern
selalu berusaha untuk menimbulkan keraguan terghadap wahyu dengan sikap keras
kepala dan sombong dan keraguan itu lemah sekali tidak dapat di terima, diantaranya
1.
Mereka
mengira bahwa qur’an dari pribadi Muhammad SAW: dengan menciptakan
makna-maknanya dan dia sendiri yang menyusun “gaya bahasanya”, Qur’an bukanlah
wahyu. ini merupakan sangkaan yang batil.mereka mengetahui bahwa pribadi
rasulullah iru baik namun menreka mengingkari wahyu dan mereka menganggap bahwa
Rasulullah berdusta. sepaerti halnya ketika orang-orang kafir mengira siti
Aisyah selingkuh dengan sahabat nabi. pada saat itu wahyu Allah SWT tak kunjung
turun, berbulan bulan Rasulullah menanti hingga akhirnya turun wahyu Allah SWT
yakni surat Al Haqqah.
2.
Orang-orang
jahiliyah dari dulu hingga sekarang mengira bahwa Rasulullah mempunyai kecerdasan
otak, kedalaman penglihatan, kekuatan firasat, kecerdikan yang hebat,
kejernihan jiwa dan renungan yang benar, yang menjadikannya memahami
ukuran-ukuran yang baik dan yang buruk, benar dan salah melalui ilham
(inspirasi) serta mengenali perkara-perkara yang rumit sehingga mereka mengira
qur’an itu tidak lain dari pada hasil penalaran intelektual dan pemahaman yang
di ungkapkan muhammad dengan gaya bahasa dan rektorikanya.
3.
orang
jahiliyah dahulu dan sekarang menyangka bahwa rosulullah menerima ilmu-ilmu
qur’an dari seorang guru namun mereka tidak mengetahui siapa yang mengajari
muhmmad. dan orang-orang arab ingin sekali menolak qur’an karena dendam mereka
dengan muhammad, tetapi mereka tidak sanggup, tidak menemukan jalan sehingga
usaha mereka sia-sia.
D.Dalil-dalil
kebenaran turunnya wahyu
Semua penjelasan tentang nuzulul
Qur’an tidak mudah di terima dan dipahami kecuali oleh orang-orang yang beriman
kepada kekuasaan Allah SWT, kejujuran Malaikat Jibril As dalam membawa turun
kitab suciNya kepada para Nabi atau Rasul secara khusus telah memperoleh
hal-hal yang luar biasa sebagai mu’jizatnya. umtuk membuktikan kebenarannya
terdapat 5 dalil ilmiyah, diantaranya :
1.
dalil
pertama peniduran buatan atau hipnotis atau setruman
2.
Dalil
akrobat circus
3.
Dalil
alat rekam seperti piring-piringan hitam pita-pita, casette, mesin fotocopy dsb
4.
Dalil
ke empat alat elektronik canggih seperti radio, televisi, komputer,video dsb
5.
Dalil
ke lima komunikasi canggih seperti telephone, telegram, modem dll yang dapat
segera mengirimkan pesan atau berita atau tulisan, gambar dan data-data dari
dan ke tempat-tempat yang jauh sekalipun.
E. kesesatan
ahli ilmu kalam
para ahli ilmu kalam telah tenggelam
dalam cara-cara para filosof dalam menjelaskan kalam allah sehingga mereka
sesat dan menyesatkan orang lain. mereka membagi kalam allah menjadi dua bagian
yaitu:
a.
kalam
nafsi yaitu kalam yang kekal yang ada pada zat allah, yang tidak berupa huruf,
suara, tertip dan tidak pula berbahasa.
b.
kalam
lafzi yaitu kalam yang diturunkan kepada para nabi AS yang di antaranya empat
buah kitab. dan para ahli kalam ini semakin terbenam dalam perselisihan yang
mereka adakan : Apakah qur’an dalam pengertian kalam lafzi, makhluk/bukan?.
mereka memperkuat pendapat bahwa qur’an dalam pengertian kalam lafzi adalah
makhluk.
F. fungsi
wahyu
Menurut pandangan muhammad abduh
keberadaan wahyu dapat dibagi dalam dua fungsi.
pertama:fungsi pokokyaitu fungsi yang timbul dari keyakinan bahwa jiwa
manusia akan terus ada dan kekal sesudah tubuh kasar mati.
kedua:mempuyai kaitan erat dengan sifat dasar manusia sebagai makhluk
sosial, seperti halnya manusia harus hidup berkelompok, mewujudkan kehidupan
sosial yang rukan dan damai serta untuk memberi gambaran tenteng adanya
akhirat dan kehidupan setelah mati.wahyu dapat menolong akal dalam mengatur
masyarakat, dalam mendidik manusia untuk hidup damai dan tentram dengan
sesamanya. wahyu membawa syari’at yang mendorong manusia untuk melaksanakan
kewajiban. fungsi lain dari wahyu adalah menguatkan pendapatdan meluruskanya
melalui sifat sakral dan absolut yang dimilikinya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1.
wahyu
adalah sebuah pmberitahuan yang tersembunyi dancepat ang khusus di beritahukan
pada orang tanpa di ketahui orang lain, wahyu dapat juga dikatakan sebagai
isyarat, ilham, bisikan dan tipu daya setan serta berita yang di sampaikan
kepada para malaikat berupa suatu perintah atau larangan.
2.
cara
wahyu diturunkan
a.
dengan
pemberitahuan secara langsung dalam jiwa nabi
b.
Dengan
cara penyampaian di balik tabir
c.
Dengan
perantara malaikat, baik berwujud asli maupun menyerupai manusia
d.
wahyu
yang datang seperti gemerincingnya lonceng.
3.
keraguan
orang-orang terhadap wahyu
orang-orang jahiliyah mengetahui
Rasulullah SAW mempunyai kecerdasan otak, kedalaman penglihatan, kekuatan
firasat, kecerdikan yang hebat, kejernihan jiwa dan renungan yang benar, yang
menjadikannya memahami ukuran-ukuran yang baik dan yang buruk, benar dan salah
melalui ilham (inspirasi) serta mengenali perkara-perkara yang rumit sehingga
mereka mengira qur’an itu tidak lain dari pada hasil penalaran intelektual dan
pemahaman yang di ungkapkan muhammad dengan gaya bahasa dan rektorikanya.
4.
fungsi
wahyu
pertama:fungsi pokokyaitu fungsi yang timbul dari keyakinan bahwa jiwa
manusia akan terus ada dan kekal sesudah tubuh kasar mati.jdi Allah SWT
menurunkan wayu pada para Nabi untuk memberikan penjelasan pada tetang adannya
alam ghaib
kedua:mempuyai kaitan
erat dengan sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial, seperti halnya manusia
harus hidup berkelompok, mewujudkan kehidupan sosial yang rukan dan damai serta
untuk memberi gambaran tenteng adanya akhirat dan kehidupan setelah mati.wahyu
dapat menolong akal dalam mengatur masyarakat,dalam mendidik manusia untuk
hidup damai dan tentram dengan sesamanya. wahyu membawa syari’atyang mendorong
manusia untuk melaksanakan kewajiban. fungsi lain dari wahyu adalah menguatkan
pendapatdan meluruskanya melalui sifat sakral dan absolut yang dimilikinya.
DARTAR
PUSTAKA
Al-qattan,manna khalil.2012. study ilmu-ilmu qur’an. Bogo:
pustaka listera antarnusa.
Djalal,Abdul.
2013.Ulumul Qur’an. Surabaya : Dunia
Ilmu.
Kholis ,Nur.2008. Pengantar Studi Al Qur’an Dan Al Hadist.
Yogyakarta : Teras.
Ms,wikipedia.org/wiki/wahyu. di unduh pada tanggal 24
febuari 2014. pukul 10.00
Muhammad, Ghufron. 2013.Ulumul Qur’an.Yogyakarta : Teras.