Suatu waktu, akan ada rasa rindu yang sangat mencekik, suatu waktu akan ada
rasa gundah yang menghantui, suatu waktu akan ada senyuman tipis mengingat
kenangan-kenangan ini. Ini tentang sebuah episode, dimana pertemuan tak sengaja
terjadi didalam sana. Ketika ada sebuah hati yang gundah akan tawaran, tapi
kedua orang tua tidak menyetujuinya, ketika ada sebuah hati yang masih buta
merasa geram akan lelucon yang dianggap tak pantas, ketika sebuah hati hampir
saja berpaling, ketika sebuah hati membunuh paksa bibit yang baru kecambah dan
menetralkannya, dan ketika hati dipertemukan kembali dalam sebuah organisasi.
Ini tentang kisah dua insan yang sama-sama masih belajar menjadi orang
baik, saling menasehati dikala salah, saling memahami dikala ada masalah,
saling bertukar pikiran ketika diskusi, saling ketergantungan ketika dalam
sebuah struktur organisasi. Akan ada rasa rindu yang dalam, rindu melihat sosok
yang tiap pagi mengendarai sepeda unta tersenyum penuh kehangatan, akan rindu
sosok yang biasa mengambilkan sepatu seperti laki-laki yang sigap terhadap
kebutuhan istrinya, akan rindu candaan-candaan renyahnya, akan rindu sosok yang
bersama-sama mendampingi peserta lomba debate PAI, akan rindu sosok yang
tiba-tiba cuek dengan sengaja, akan rindu sosok yang menjadi tempat berbagi
privasi, akan rindu sosok yang biasa diajak berkoordinasi dengan orang-orang
penting, akan rindu sosok yang sama-sama saling memotivasi, saling mengingatkan
pentingnya bersyukur, saling mengingatkan pentingnya tahu siapa diri kita, sosok
yang dengan perhatian menunggui dikala sakit, sosok yang dengan sabar
membersihkan virus dilaptop dan ngomel saat laptopnya lemot, akan rindu sosok
yang cemburu ketika bercanda dengan ikhwan lainnya, akan rindu sosok yang
bersama mengajar kelas itu, ketika anak-anak berceloteh “bu.. dapet kode dari
bapak yang didepan”, juga celoteh anak-anak “cie cinta bersemi dikelas X
MIPA-1”, sampai ngendikan guru BK “seumpama mas sama mbak ini, jangan takut
nikah muda, dst....”, ada juga yang ngendikan “pak... ini ibunya sudah saya
kembalikan, makasih nggeh”, dan sosok itu pun berkata, “gimana neng, sudah
banyak yang mendukung kita” dan dengan santai lawan bicaranya pun menjawab,
“yaudah langsung aja bersatu, menjadi powerrangers, hehe” kataku, “jangan, jadi
ultramen aja” katanya. Iya deh ya, menyenangkan hatinya ketua batinku.
Sosok-sosok luar biasa, sosok yang oleh Allah dipertemukan lagi di lembar
cerita yang berbeda, tapi dengan tema yang masih sama. Jika tema ini memang
selalu sama, semoga dipermudahkan untuk semakin dekat denganNya, semakin
dipermudah menghamba kepadaNya, dipermudah segala perbuatan yang bernilai
ibadah untuk menggapai ridhoNya. Disatukan dengan cinta dan ridho-Nya.
