Kenangan Kita

Dalam ruang ini aku mengenang. Celoteh anak – anak mendoakan kita. Coletah mereka dengan kepolosannya. Kau ingat di ruang itu? ...

Rabu, 17 Mei 2017

Al Qur'an



BAB 1
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Al-qur’an merupakan Kalam Allah dan Mukjizat yang diturunkan oleh Allah kepada Rasulluallah SAWuntuk mengeluarkan manusia dari suasana yang gelap menuju yang terang. Al-Qur’an menunnukan kehebatannya dari segi makna dalam berbagai bentuk susunan kalimat dimana tidak salah satu bentukpun yang dapat ditandingi oleh sastrawan arab. Merupakan tantangan dahsyat dan bukti bahwa Al-Qur’an itu dating dari allah SWT. Secara umum telah disepakati oleh umat Islam bahwa alqur’an adalah sacral, karena ia adalah Kalamullah yang diturunkan melalui Rasuluallah. Kemudian berbagai istilah yang digunakan didalamnya juga menggunakan terminology yang akrab di kalangan orang arab saat itu. Maka muncullah berbagai kajian dan pembahasan tentang status original alqur’an.
        Di dalam Al-Qur’an juga mencakup semua aspek yang kehidupan baik dari segi hokum-hukum, akidah, dan juga memuat tentang pengetahuan. Al-Qur’an diturunkan kepada Rasuluallah secara berangsur-angsur dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari, yang mana diturunkan di kota Makkah dan di Madinah, Surat yang diturunkan di Makkah diseebut Makiyah dan yang diturunkan di Madinah disebut madaniah.


B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Pengertian Al-Qur’an?
2.      Makna dari kandungan Al-Qur’an?
3.      Fugsi dan kedudukan Al-Qur’an?






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Al-Qur’an
Pengertian Al-Qur’an dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu Al-Qur’an menurut bahasa (etimologi), dan Al-Qur’an menurut istilah (terminology)
a.       Al-Qur’an
b.      menurut bahasa (etimologi)
Al-Qur’an berarti “bacaan” yag berasal dari kata qoro’a. kata Al-Qur’an berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru’ (dibaca).
c.       Al-Qur’an menurut istilah (terminology)
Al-Qur’an merupakan kallam Allah SWT sebagai mukjizat yang diturunkan (diwahyuhkan) kepada Nabi Muhammad SAW dan yang ditulis  di mushaf. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari, yaitu 13 tahu di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Surat-surat yang diturunkan di Makkah tergolong surat Makkiyah, sedangkan surat-surat yang diturunkan di Madinah disebut Madaniyah. Al-Qur’an ditulis dengan diawali surat A-fatiha dan di akhiri dengan surat An-nas.
Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak ulis diawali dengan peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.Kitab suci Al-Qur’an diawali surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas yang berjumlah 30 juz, 114 surah dan 6666 ayat yang diturunkan kepada Muhammad saw dan disampaikan kepada umatnya hingga sekarang ini dengan jalan mutawatir lagi berbahasa Arab, sebagai pedoman hidup dalam kehidupan manusia, khususnya bagi umat Islam.[1]
           
Dari pengertin diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Al-Qur’an adalah merupakan Kallam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril sebagai mukjizat agar ditilawah melaui suara.[2]

Adapun pengertian Al-Qur’an menurut para ulama” baik dari segi bahasa maupun istilah diantaranya :
Ø  Menurut Asy-syafi’I Al-Qur’a bukan berasal dari akar kata apapun., dan bukan ditulis dengan memakai hamzah, akan tetapu lafal tersebut sudah lazim digunakan dalam pengertian kalamuallah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ø  Menurut Al-Farra bahwa lafal Al-Qur’an berasal dari kata qarain, jamak dari kata qarinah yang berarti kaitan. Karena dilihat dari segi makna dan kandugan ayat-ayat Alquran, satu sama lain saling berkaitan.
Ø  Menurut Al-Asy’ri bahwa Alquran diambil dari akar kata qarn yang berarti menggabungkan sesuatu atas yag lain, karena ayat-ayat Alqur’an satu dan yang lainya saling bergabung dan berkaitan.
Ø  Menurut Al-Zaqrani Al-Quran adalah lafad yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ø  Abd.Al-Wahhab secara lengkap megemukakan pendapatnya tentang Alquran yaitu firman Allah yang diturunkan kepada hati Rasuluaallah melalui malaikat Jibrlil dengan menggunakan lafal bahasa arab dan maknanya yang benar, agar ia menjadi hujjah bagi Rasul, bahwa ia benar-benar Rasuluaallah, menjadi undang-undang bagi manusia, memberi petunjuk kepada mereka dan menjadi sarana untuk melakukan pendekatan diri dan ibadah kepada Allah dengan membacanya.

B.     Kehujjahan Al-Qur’an Sebagai Sumber Hukum Yang Utama.
Al-Qur’an merupakan sumber pertama dan utama bagi syariat islam termasuk hukum islam. Latar belakang Al-Qur’an sebagai hukum islam diantaranya : Kebenaran Al-Qur’an, Abdul Wahab Khailaf mengatakan bahwa “Kehujjahan Al-Qur’an terletak pada kebenaran dan kepastian isinya yang tidak ada keraguan sedikitpu. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam Qs. Al-BAqarah2:2
a.       Kemukjizatan Al-Qur’an, mukjizat memiliki arti yang sangat luar biasa yang diberikan Allah SWT sebagai suatu kelebihan kepada para Nabi dan Rasul untuk mengeuatkan kenabian dan kerasulan mereka, dan untuk menunjukan bahwa agama yang mereka bawa benar-benar dari Allah SWT. Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Bukti dari kemukjizatan Al-Qur’an antara lain :
1.      Adanya ayat-ayat yang berisi tentang kejadian masa mendatang dan yang tercantum dalam ayat-ayat Alquran adalah benar adanya.
2.      Adanya fakta-fakta ilmiah yang dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan pada zaman yang mana semakin berkembang.[3]

C.    Kandungan Isi Al-Qur’an
Didalam surat dan ayat-ayat Al-Qur’an terdapat kandungan isi yag mana secara garis besar dapat dibagi menjadi beberapa hal pokok dan paling utama, diantaranya sebagai berikut:
a.       Aqidah (ketauhitan/keimanan terhadap Allah)
Yaitu ilmu yang mengajarkan manusia tentang kepercayaan yang wajib dimiliki oleh manusia di dunia. Al-Qur’an mengajarkan akidah ketauhitan kepada kita untuk menanamkan keyakinan[4] kepada Allah SWT sebagai Tuhan Yang Satu , yang tidak pernah tidur dan tidak diperanakan.
b.      Sebagai peringatan atau tadzkir
Yaitu memberi peringatan kepada manusia akan ancaman Allah SWT yang berupa siksa neraka. Bagi orang yang beriman sebagai kabar gembira atas balasan yang berupa nikmat syurga jannah.
c.       Hukum-hukum[5]
Hukum yang ada di Al-Qur’an adalah suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili manusia yang telah terbukti membuat kesalahan, seperti jinayat, muamalat, munakhat, faraidh, dan jihad.
d.      Sejarah atau kisah-kisah
Adalah cerita tentang orang-orang yang terdahulu baik yang mengalami kejayaan karena taat kepada Allah SWT dan tentang kebinasaan orang-orang akibat tidak taat dan ingkar kepada Allah SWT.
e.       Ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam Al-Qur’an banyak sekali himbauan kepada manusia untuk menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang tersirat dalam surat Ar-rad ayat 19. Selain itu masih banyak dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi seperti dalam kedokteran, farmasi, pertanian, ekonomi dan astronomi bagi kemajuan dan kesejahteraan umat manusia.

D.    Fungsi  Al-Qur’an
a.       Fungsi Al-Qur’an
Fungsi dari Al-Qur’an itu senduru adalah sebagi penguat atau membenarkan kitab-kitab terdahulu yang pernah diturunkan oleh Allah SWT.  Bahwa yang ada dalam Al-Qur’an sudah mencakup apa saja yang ada di kitab Injil dan Taurat. Al-Qur’an juga sebagai petunjuk agama atau sebagai syariat, sebagai sumber informasi tentang moral, keyakinanm prinsip ibadah, dan juga muamalah sampai pada asas-asas ilmu pengetahuan, norma agama, susila yang berhubungan dengan individu atupun masyarakat. Al-Qur’an juga memiliki keistimewaan dan keutamaan, diantaranya :
·         Memberikan pedoman dan petunjuk tentang hokum untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia di dunia.
·         Memiliki ayat-ayat yang mengagumkan sehingga yang mendengarkan ayat suci dari Al-Qur’an dapat tersentuh jiwanya.
·         Memberikan gambaran tentang ilmu alam guna untuk merangsang perkembangan di berbagai ilmu.
·         Melepas kehinaan pada jiwa manusia agar tidak tersesat serta menanamkan tauhid dalam jiwa.
·         Memberi penjelasan bahwa  tanpa pembagian strata, kelas, golongan, dan lain sebagainya, karena yang bisa menentukan perbedaan di mata Allah hanyalah taqwa.[6]


E.     Turunnya al-Qur’an Dan Kemukjizatan Al-Qur’an
a.        Al-Qur’an adalah sebagai wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada  Nabi Muhammad SAW  dengan cara :
1.      Turunnya Alqur’an yang pertama kali melalui lailatul qadar yang merupakan pemberitahuan pada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malaikat dan kemuliaan umat Muhammad.




إِنَاأَنْزَلْنَا هُ فِى لَيلَةِ الْقَدْ رِ                                      
                     
 Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Qur’an) pada malam suatu malam lailatul qadar. “ ( al-qodar 97:1)[7]

2.      Malaikat menurunkan wahyu melaui hati Rasuluallah Qs Asy Syuura ayat 51.[8]
3.      Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur, disini dimaksudkan agar lebih mudah dipahami dan dilaksanakan dan turunya suatu ayat sesuai dengan peristiwa yag terjadi yang mana akan lebih berpegaruh dihati.
Ø  Tujuan Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur adalah :
1.      Menetapkan hati Rasuluallah , yang merupakan semangat dan kekuatan untuk Rasuluallah, dikarenakan pada waktu Nabi berdawa selalu saja mendapat tantangan dari orang-orang yang bersikap anti terhadap Beliau.
2.      Untuk melemahkan lawanya (mukjizat), Misalnya tentang tantangan dari orang yang anti kepada Rasuluallah agar meminta Allha untuk menurunkan azab kepada mereka, dan apa yang mereka minta itu dibuktikan oleh Allah. Dan Allah menurunkan azab kepada mereka pada waktu itu juga.
3.      Mudah dipahami dan dihafal, maksudnya bagi bangsa yang buta huruf sulit dapat menghafal dan memahami sesuatu yang harus dipahami atau dihafal.
4.      Sesuai dengan lalu lintas peristiwa atau kejadian , yaitu alqur’an turun sesuai dengan kejadian atau peristiwa yang muncul pada waktu itu. [9]

b.      Kemukjizatan Al-Qur’an
Menurut kamus besar Purwo darminto mukjizat adalah suatu kejadian ajaib atau luar biasa yang sukar dijangkau oleh kemampuan manusia. Mukjizat alqur’an yang diberikan kepada Nabi Muhammad sangat berbeda dengan mukjizat yang diberikan kepada Nabi-nabi terdahuku. Perbedaan tersebut bertolak kepada dua hal mendasar diantaranya :
1.      Para Nabi sebelum Muhammad ditugaskan pada masa tertentu.
2.      Nabi Muhammad masa KeRasulan Beliau berlanjut sampai pada masa sekarang sampai hari kiamat tiba.[10]
Ø  Kemukjiztan Alqur’an mencakup dan memenuhi persyaratan yang global dan terperinci yaitu :
1)      Kemukjizatan dari aspek ilmiah, yaitu tentang lahirnya manusia yang tercantum dalam sura Al-kiamah : 36-39. Dan tentang kejadian alam semesta Al-ambiya : 30.
2)      Dari aspek purba, yaitu mencakup Nabi-Nabi terdahulu secara terperinci dan tentang kehidupan hari akhir.
3)      Dari aspek hukum, mencakup tentang hukum nikah, waris, ibadah, muamalah, dan sebagainya.[11]

F.      Nama Lain Al-Qur’an
a.       Qur’an
إِنَّ هَذَالْقُرْاَنَّ يَهدِى لِلْتِى هِيَأضقْوَمُ                    
Qur’an ini member petunjuk kepada jalan yang lebih lurus, sura Al-sra’:9.
b.      Kitab
لَقَدْأَنْزَلْنَاإِلَيْكُمْ كِتِا بًا فِيْهِذِكْرُكُمْ                         
Telah kami turunkan kepadamu al-kitab yang didalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu, al-anbiya :10.
c.       Zikr
تَباَرَكَالَّذِى نَزَّلَالْفُرْقَا نَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُوْنَ لِلْعَالَمِيْنَ نَذيِرًا                                                         
Maha suci allah yang telah menurunkan al-furqon kepada hambanya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada semesta alam, al-furqon:1.
d.      Tanzil
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيْلُ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ                               
“Dan qur’an ini Tanzil (diturunkan) dari Tuhan semesta alam, “asy-syu”ara : 162.[12]


يَاَيُّهَا النَاسُ قَدْجَا ءَكُم بُرْ هَانٌمِنْ رَبَّكُمْ وَأَنْزَلْنَاإِلَيْكُمْ نُوْرَامُبِيْنَا                                                       Wahai manusia, telah dating kepadamu bukti kebenaran dari Tuhan-Mu, dan telah Kami turunkan  kepadamu cahaya yang terang benderang.” An-nisa” : 174.

e.       Huda (petunjuk)

يَآاَيُهَاالناَسُ قَدْجَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبَّكُمْ وَشِفَاءٌلِمَافِى الصَدُوْرِوَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤ مِنِيْنَ                     
“wahai manusia, sesungguhnya telah dating kepadamu nasehat dari Tuhanmu dan obat bagi yang ada di dalam dada, ddan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Yunus : 57.



f.       Mubin (yang menerangkan)
قَدْجَأءَكُمْ مِنَ الله نُوْرٌوَكِتَبٌاَ مُبِيْنٌ.                        
“Sesungguhnya telah dating kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan, Yunus :57.
                     
g.      Mubarak (yang diberkati)
وَهَذَاكِتَابٌ أَنْزلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِقُ الَّدِى بَيْنَ ىَدَيْهِ
“Dan Qur’an adalah Kitab yang kami berkahi;
Membenarkan kitab kitab yag di turunkan sebelumnya.Al An’am:92


h.      Busyra (kabar gembira)
مُصَدَّقَالِمَابَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُسْرَىلِلْمُؤْمِنِيْنَ             
“Yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjadikan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Al-baqoro: 97.[13]

i.        Azis (yang mulia)
إِنَّالَّدِيْنَكَفَرُوْابِلْدَكْرِلَمَّاجَأءَهُمْوَإِنَّهُلَكِتَابٌعَزِيْزٌ             
“Mereka yang mengingkari azkr (qur’an) ketika qur’an itu dating kepada mereka , (mereka pasti akan celaka) qur’an adalah kitab yang mulia, fussulat: 41.

j.        Majid (yang dihomati)
بَلْهُوَقُراَّنٌمَجِيْدٌ                                              
“Bahkan yang mereka dustakan itu adalah Qur’an yang dihormati, al-buruj :21.




k.      Basyir dan Nazir
كِتَابٌفَصَّلَتْ اَّيَاتُهُقُرْآنًا عَرَبِيَّالِقَوْمِيَعْلَمُنَ. بَثِيْرًا وَنَذِرًا  
“Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya yakni bacaan dalam bahasa arab, untuk kaum yang mengetahui yang membawa kabar gembira dan yang membawa peringatan. Fussilat 3-4.[14]

C.     Perbedaan Qur-‘an Dengan Hadist Qudsi
Di sini dijelaskan tentang perbedaan antara Qur’an dengan hadist kudsi :
1.      Al-Qur’anul karim adalah kalam Allah yang diwayuhkan kepada Rasuluallah dengan lafalnya, dan qur’an adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat. Sedangkan hadist kudsi tidak untuk menantang dan tidak untuk mukjizat.
2.      Al-Qr’anul Karim hanya dinisbahkan kepada Allah, sehingga dikatakan Allah Ta’ala telah berfirman. Sedang hadist kudsi  diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah, sehingga nisbah hadist kudsi kepada Allah itu merupakan nisbah dibuatkan, Maka dikatakan: Allah telah berfirman atau Allah berfirman.
3.      Seluruh isi Qur’an dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah mutlak. Sedangkan hadist kudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan.[15]
4.      Al-Qur’an Karim dari Allah , baik lafal maupun maknannya, maka ia adalah wahyu. Hadist Qudsi ialah wahyu dalam makna tetapi bukan dalam lafal, oleh sebab itu menurut sebagian besar ahli hadist diperbolehkan meriwayatkan hadist kudsi dengan maknanya saja.
5.      Membaca Al-Quranul Karim merupakan ibadah. Sementara hadist Kudsi tidak disuruh membacanya di dalam sholat dan allah memberikan pahala membaca hadist kudsi secara umum saja.

D.    Pemeliharaan Al-Qur’an
Pada masa Rasuluallah masih hidup cara memelihara al-Qur’an adalah dengan menulis dan membacanya. Pada masa Abu bakar al-Qur’an yang semulanya ditulis di tulang-tulang, pe;epah kurma, daun kayu dan sebagainya, dikumpulkan dan disalin kembali. Hasil salinan tersebut di sebut Mushaf. Pada masa Umar bin Khatab difokuskan kepada pengembangan ajaran islam dan wilayah kekuasaan islam. Maka rasio manusia mulai berkembang pada masa ini. Karena Alqu’an tidak dipahami secara tekstual saja, tapi lebih jauh lagi dipahami secara kontekstual. Pada masa Ustman bin affan alqur’an ditulis kembali menggunakn satu bentuk tulisan yang dikenal dengan rasam usmani. Kemudian al-qur’an diperbanyak menjadi 5 eksemplar dan dibagi ke 5 daerah diantaranya:
1.      Di tinggal di Madinah sebagai pegangan atau prinsip.
2.      Di kirim ke Kufah
3.      Di kirim ke Damaskus
4.      Di kirim ke Bashrah
5.      Di kirim ke Mekah[16]

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Al-Qur’an berarti bacaan yang berasal dari kata qoro’a. Menurut definisinya alqur’an adalah Kalam Allah yang merupakan mu’jizat yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan yang ditulis musyaf diriwayatkan dengan mutawatir serta dengan membacanya adalah ibadah. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari. Kandungan alqur’an  adalah Aqida atau ketauhitan dan keimanan terhadap Allah SWT, tentang hokum-hukum(mengatur manusia), erupa peringatan atau tadzkir, sejarah-sejarah atau kisah-kisah Nabi terdahulu, dan isyarat pengemban ilmu pengetahuan dan teknologi.

B.     Pertanyaan
1.      Mengapa Al-Qur’an diturunkan di arab dan berbahasa Arab?
2.      Jelaskan pengertian hadist Kudsi dan berikan contohnya?
3.      Dijelaskan bahwa Ql-qur’an juga memuat tentang ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan itu seperti apa dan tercantum dalam ayat apa.?


Daftar pustaka

Anwar abu, Ulumul Qur’an, Amzah, 2012
Muzakir, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Bogor: Pustaka Litera Anternusa, th. 2013
Majid Nurkholis, Alqur’an dan Umul Hadist, Jogjakarta: Teras, th. 2008.
Nata Abudin, Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, th.2012


[1] Nata Abudin, Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Rajawali Pers, 2012) hal. 68.

[2] Ibid, hal 68

[3] Khalil Manna, studi Ilmu-ilmu Qur’an,(Bogor:Pustaka Litera Antar Nusa, 2013)   hal.379.

Nurkholis, Pengantar Study Al-qur’an dan Umul Hadist,(Jogjakarta: Teras, 2008)

[4] Pengantar Study Al-Qur’an dan umul Hadist

[6] Study Islam dan Umul Hadist

[7] Muzakir, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,(Litera antarNusa, ) hal149
[8] Ibid, Turunnya Qur’an
[9] Anwar Abu, Ulumul Qur’an, (Amzah, 2012)hal. 23

[10] Locid, Pengantar Studi Al-Qur’n dan ulmul Hadist
[11] Locid, Pengantar Studi Al-Qur’an dan Umul HAdist

[12] Muzakir, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an,(Bogor:Litera antarnusa, 2013)hal. 19

[13] Ibid, hal. 21

[14] Ibid, hal. 22
[15] Ibid, hal. 22-23

[16] Anwar Abu, Ulumul Qur’an, (Amzah, 2012)hal. 24-28