BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Al-qur’an merupakan Kalam Allah dan Mukjizat yang diturunkan
oleh Allah kepada Rasulluallah SAWuntuk mengeluarkan manusia dari suasana yang
gelap menuju yang terang. Al-Qur’an menunnukan kehebatannya dari segi makna
dalam berbagai bentuk susunan kalimat dimana tidak salah satu bentukpun yang
dapat ditandingi oleh sastrawan arab. Merupakan tantangan dahsyat dan bukti
bahwa Al-Qur’an itu dating dari allah SWT. Secara umum telah disepakati oleh
umat Islam bahwa alqur’an adalah sacral, karena ia adalah Kalamullah yang
diturunkan melalui Rasuluallah. Kemudian berbagai istilah yang digunakan
didalamnya juga menggunakan terminology yang akrab di kalangan orang arab saat
itu. Maka muncullah berbagai kajian dan pembahasan tentang status original
alqur’an.
Di dalam Al-Qur’an
juga mencakup semua aspek yang kehidupan baik dari segi hokum-hukum, akidah,
dan juga memuat tentang pengetahuan. Al-Qur’an diturunkan kepada Rasuluallah
secara berangsur-angsur dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari, yang mana
diturunkan di kota Makkah dan di Madinah, Surat yang diturunkan di Makkah
diseebut Makiyah dan yang diturunkan di Madinah disebut madaniah.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Pengertian
Al-Qur’an?
2.
Makna dari
kandungan Al-Qur’an?
3.
Fugsi dan
kedudukan Al-Qur’an?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Al-Qur’an
Pengertian
Al-Qur’an dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu Al-Qur’an menurut bahasa
(etimologi), dan Al-Qur’an menurut istilah (terminology)
a.
Al-Qur’an
b.
menurut bahasa
(etimologi)
Al-Qur’an berarti
“bacaan” yag berasal dari kata qoro’a. kata Al-Qur’an berbentuk masdar dengan
arti isim maf’ul yaitu maqru’ (dibaca).
c.
Al-Qur’an menurut istilah
(terminology)
Al-Qur’an merupakan
kallam Allah SWT sebagai mukjizat yang diturunkan (diwahyuhkan) kepada Nabi
Muhammad SAW dan yang ditulis di mushaf.
Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22
hari, yaitu 13 tahu di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Surat-surat yang
diturunkan di Makkah tergolong surat Makkiyah, sedangkan surat-surat yang
diturunkan di Madinah disebut Madaniyah. Al-Qur’an ditulis dengan diawali surat
A-fatiha dan di akhiri dengan surat An-nas.
Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak ulis
diawali dengan peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada
kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.Kitab suci Al-Qur’an
diawali surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas yang berjumlah 30
juz, 114 surah dan 6666 ayat yang diturunkan kepada Muhammad saw dan
disampaikan kepada umatnya hingga sekarang ini dengan jalan mutawatir lagi
berbahasa Arab, sebagai pedoman hidup dalam kehidupan manusia, khususnya bagi
umat Islam.
Dari pengertin diatas
dapat diambil kesimpulan bahwa Al-Qur’an adalah merupakan Kallam Allah yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril sebagai mukjizat agar
ditilawah melaui suara.
Adapun pengertian
Al-Qur’an menurut para ulama” baik dari segi bahasa maupun istilah diantaranya
:
Ø Menurut
Asy-syafi’I Al-Qur’a bukan berasal dari akar kata apapun., dan bukan ditulis
dengan memakai hamzah, akan tetapu lafal tersebut sudah lazim digunakan dalam
pengertian kalamuallah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ø Menurut
Al-Farra bahwa lafal Al-Qur’an berasal dari kata qarain, jamak dari kata qarinah
yang berarti kaitan. Karena dilihat dari segi makna dan kandugan ayat-ayat
Alquran, satu sama lain saling berkaitan.
Ø Menurut
Al-Asy’ri bahwa Alquran diambil dari akar kata qarn yang berarti menggabungkan
sesuatu atas yag lain, karena ayat-ayat Alqur’an satu dan yang lainya saling
bergabung dan berkaitan.
Ø Menurut
Al-Zaqrani Al-Quran adalah lafad yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ø Abd.Al-Wahhab
secara lengkap megemukakan pendapatnya tentang Alquran yaitu firman Allah yang
diturunkan kepada hati Rasuluaallah melalui malaikat Jibrlil dengan menggunakan
lafal bahasa arab dan maknanya yang benar, agar ia menjadi hujjah bagi Rasul,
bahwa ia benar-benar Rasuluaallah, menjadi undang-undang bagi manusia, memberi
petunjuk kepada mereka dan menjadi sarana untuk melakukan pendekatan diri dan
ibadah kepada Allah dengan membacanya.
B. Kehujjahan
Al-Qur’an Sebagai Sumber Hukum Yang Utama.
Al-Qur’an merupakan
sumber pertama dan utama bagi syariat islam termasuk hukum islam. Latar
belakang Al-Qur’an sebagai hukum islam diantaranya : Kebenaran Al-Qur’an, Abdul
Wahab Khailaf mengatakan bahwa “Kehujjahan Al-Qur’an terletak pada kebenaran
dan kepastian isinya yang tidak ada keraguan sedikitpu. Hal ini dijelaskan
dalam firman Allah SWT dalam Qs. Al-BAqarah2:2
a.
Kemukjizatan Al-Qur’an,
mukjizat memiliki arti yang sangat luar biasa yang diberikan Allah SWT sebagai
suatu kelebihan kepada para Nabi dan Rasul untuk mengeuatkan kenabian dan
kerasulan mereka, dan untuk menunjukan bahwa agama yang mereka bawa benar-benar
dari Allah SWT. Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT
kepada Nabi Muhammad SAW.
Bukti
dari kemukjizatan Al-Qur’an antara lain :
1.
Adanya ayat-ayat yang
berisi tentang kejadian masa mendatang dan yang tercantum dalam ayat-ayat
Alquran adalah benar adanya.
2.
Adanya fakta-fakta ilmiah
yang dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan pada zaman yang mana semakin
berkembang.
C. Kandungan
Isi Al-Qur’an
Didalam surat dan
ayat-ayat Al-Qur’an terdapat kandungan isi yag mana secara garis besar dapat
dibagi menjadi beberapa hal pokok dan paling utama, diantaranya sebagai
berikut:
a.
Aqidah
(ketauhitan/keimanan terhadap Allah)
Yaitu ilmu yang
mengajarkan manusia tentang kepercayaan yang wajib dimiliki oleh manusia di
dunia. Al-Qur’an mengajarkan akidah ketauhitan kepada kita untuk menanamkan
keyakinan kepada Allah SWT sebagai
Tuhan Yang Satu , yang tidak pernah tidur dan tidak diperanakan.
b.
Sebagai peringatan atau
tadzkir
Yaitu memberi peringatan
kepada manusia akan ancaman Allah SWT yang berupa siksa neraka. Bagi orang yang
beriman sebagai kabar gembira atas balasan yang berupa nikmat syurga jannah.
Hukum yang ada di
Al-Qur’an adalah suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk
mengadili manusia yang telah terbukti membuat kesalahan, seperti jinayat,
muamalat, munakhat, faraidh, dan jihad.
d.
Sejarah atau kisah-kisah
Adalah cerita tentang
orang-orang yang terdahulu baik yang mengalami kejayaan karena taat kepada
Allah SWT dan tentang kebinasaan orang-orang akibat tidak taat dan ingkar
kepada Allah SWT.
e.
Ilmu pengetahuan dan
teknologi
Dalam Al-Qur’an banyak
sekali himbauan kepada manusia untuk menggali dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi seperti yang tersirat dalam surat Ar-rad ayat 19.
Selain itu masih banyak dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi seperti
dalam kedokteran, farmasi, pertanian, ekonomi dan astronomi bagi kemajuan dan
kesejahteraan umat manusia.
D.
Fungsi Al-Qur’an
a.
Fungsi Al-Qur’an
Fungsi dari Al-Qur’an itu
senduru adalah sebagi penguat atau membenarkan kitab-kitab terdahulu yang
pernah diturunkan oleh Allah SWT. Bahwa
yang ada dalam Al-Qur’an sudah mencakup apa saja yang ada di kitab Injil dan
Taurat. Al-Qur’an juga sebagai petunjuk agama atau sebagai syariat, sebagai
sumber informasi tentang moral, keyakinanm prinsip ibadah, dan juga muamalah
sampai pada asas-asas ilmu pengetahuan, norma agama, susila yang berhubungan
dengan individu atupun masyarakat. Al-Qur’an juga memiliki keistimewaan dan
keutamaan, diantaranya :
·
Memberikan pedoman dan
petunjuk tentang hokum untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia di dunia.
·
Memiliki ayat-ayat yang mengagumkan
sehingga yang mendengarkan ayat suci dari Al-Qur’an dapat tersentuh jiwanya.
·
Memberikan gambaran
tentang ilmu alam guna untuk merangsang perkembangan di berbagai ilmu.
·
Melepas kehinaan pada
jiwa manusia agar tidak tersesat serta menanamkan tauhid dalam jiwa.
·
Memberi penjelasan
bahwa tanpa pembagian strata, kelas,
golongan, dan lain sebagainya, karena yang bisa menentukan perbedaan di mata
Allah hanyalah taqwa.
E.
Turunnya al-Qur’an Dan
Kemukjizatan Al-Qur’an
a.
Al-Qur’an adalah sebagai wahyu yang diturunkan
Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan cara :
1.
Turunnya Alqur’an yang
pertama kali melalui lailatul qadar yang merupakan pemberitahuan pada alam
tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malaikat dan kemuliaan umat Muhammad.
إِنَاأَنْزَلْنَا هُ فِى
لَيلَةِ الْقَدْ رِ
Sesungguhnya kami telah
menurunkannya (Qur’an) pada malam suatu malam lailatul qadar. “ ( al-qodar
97:1)
2.
Malaikat menurunkan wahyu
melaui hati Rasuluallah Qs Asy Syuura ayat 51.
3.
Al-Qur’an diturunkan
secara berangsur-angsur, disini dimaksudkan agar lebih mudah dipahami dan
dilaksanakan dan turunya suatu ayat sesuai dengan peristiwa yag terjadi yang
mana akan lebih berpegaruh dihati.
Ø
Tujuan Al-Qur’an diturunkan
secara berangsur-angsur adalah :
1.
Menetapkan hati
Rasuluallah , yang merupakan semangat dan kekuatan untuk Rasuluallah,
dikarenakan pada waktu Nabi berdawa selalu saja mendapat tantangan dari
orang-orang yang bersikap anti terhadap Beliau.
2.
Untuk melemahkan lawanya
(mukjizat), Misalnya tentang tantangan dari orang yang anti kepada Rasuluallah
agar meminta Allha untuk menurunkan azab kepada mereka, dan apa yang mereka
minta itu dibuktikan oleh Allah. Dan Allah menurunkan azab kepada mereka pada
waktu itu juga.
3.
Mudah dipahami dan
dihafal, maksudnya bagi bangsa yang buta huruf sulit dapat menghafal dan
memahami sesuatu yang harus dipahami atau dihafal.
4.
Sesuai dengan lalu lintas
peristiwa atau kejadian , yaitu alqur’an turun sesuai dengan kejadian atau peristiwa
yang muncul pada waktu itu.
b.
Kemukjizatan Al-Qur’an
Menurut kamus besar Purwo
darminto mukjizat adalah suatu kejadian ajaib atau luar biasa yang sukar
dijangkau oleh kemampuan manusia. Mukjizat alqur’an yang diberikan kepada Nabi
Muhammad sangat berbeda dengan mukjizat yang diberikan kepada Nabi-nabi
terdahuku. Perbedaan tersebut bertolak kepada dua hal mendasar diantaranya :
1.
Para Nabi sebelum
Muhammad ditugaskan pada masa tertentu.
2.
Nabi Muhammad masa
KeRasulan Beliau berlanjut sampai pada masa sekarang sampai hari kiamat tiba.
Ø
Kemukjiztan Alqur’an
mencakup dan memenuhi persyaratan yang global dan terperinci yaitu :
1)
Kemukjizatan dari aspek
ilmiah, yaitu tentang lahirnya manusia yang tercantum dalam sura Al-kiamah :
36-39. Dan tentang kejadian alam semesta Al-ambiya : 30.
2)
Dari aspek purba, yaitu
mencakup Nabi-Nabi terdahulu secara terperinci dan tentang kehidupan hari
akhir.
3)
Dari aspek hukum,
mencakup tentang hukum nikah, waris, ibadah, muamalah, dan sebagainya.
F.
Nama Lain Al-Qur’an
a.
Qur’an
إِنَّ هَذَالْقُرْاَنَّ
يَهدِى لِلْتِى هِيَأضقْوَمُ
Qur’an ini member
petunjuk kepada jalan yang lebih lurus, sura Al-sra’:9.
b.
Kitab
لَقَدْأَنْزَلْنَاإِلَيْكُمْ
كِتِا بًا فِيْهِذِكْرُكُمْ
Telah kami turunkan kepadamu
al-kitab yang didalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu, al-anbiya :10.
c.
Zikr
تَباَرَكَالَّذِى
نَزَّلَالْفُرْقَا نَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُوْنَ لِلْعَالَمِيْنَ نَذيِرًا
Maha suci allah yang
telah menurunkan al-furqon kepada hambanya, agar dia menjadi pemberi peringatan
kepada semesta alam, al-furqon:1.
d.
Tanzil
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيْلُ
رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
“Dan
qur’an ini Tanzil (diturunkan) dari Tuhan semesta alam, “asy-syu”ara : 162.
يَاَيُّهَا النَاسُ قَدْجَا ءَكُم بُرْ
هَانٌمِنْ رَبَّكُمْ وَأَنْزَلْنَاإِلَيْكُمْ نُوْرَامُبِيْنَا “Wahai manusia, telah dating kepadamu bukti kebenaran dari
Tuhan-Mu, dan telah Kami turunkan
kepadamu cahaya yang terang benderang.” An-nisa” : 174.
e.
Huda (petunjuk)
يَآاَيُهَاالناَسُ قَدْجَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ
مِنْ رَبَّكُمْ وَشِفَاءٌلِمَافِى الصَدُوْرِوَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤ
مِنِيْنَ
“wahai
manusia, sesungguhnya telah dating kepadamu nasehat dari Tuhanmu dan obat bagi
yang ada di dalam dada, ddan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman. Yunus : 57.
f.
Mubin (yang menerangkan)
قَدْجَأءَكُمْ مِنَ الله نُوْرٌوَكِتَبٌاَ
مُبِيْنٌ.
“Sesungguhnya
telah dating kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan, Yunus :57.
g.
Mubarak (yang diberkati)
وَهَذَاكِتَابٌ أَنْزلْنَاهُ
مُبَارَكٌ مُصَدِقُ الَّدِى بَيْنَ ىَدَيْهِ
“Dan Qur’an adalah Kitab
yang kami berkahi;
Membenarkan kitab kitab
yag di turunkan sebelumnya.Al An’am:92
h.
Busyra (kabar gembira)
مُصَدَّقَالِمَابَيْنَ
يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُسْرَىلِلْمُؤْمِنِيْنَ
“Yang
membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjadikan petunjuk serta berita gembira
bagi orang-orang yang beriman. Al-baqoro: 97.
i.
Azis (yang mulia)
إِنَّالَّدِيْنَكَفَرُوْابِلْدَكْرِلَمَّاجَأءَهُمْوَإِنَّهُلَكِتَابٌعَزِيْزٌ
“Mereka
yang mengingkari azkr (qur’an) ketika qur’an itu dating kepada mereka , (mereka
pasti akan celaka) qur’an adalah kitab yang mulia, fussulat: 41.
j.
Majid (yang dihomati)
بَلْهُوَقُراَّنٌمَجِيْدٌ
“Bahkan
yang mereka dustakan itu adalah Qur’an yang dihormati, al-buruj :21.
k.
Basyir dan Nazir
كِتَابٌفَصَّلَتْ
اَّيَاتُهُقُرْآنًا عَرَبِيَّالِقَوْمِيَعْلَمُنَ. بَثِيْرًا وَنَذِرًا
“Kitab
yang dijelaskan ayat-ayatnya yakni bacaan dalam bahasa arab, untuk kaum yang
mengetahui yang membawa kabar gembira dan yang membawa peringatan. Fussilat
3-4.
C.
Perbedaan Qur-‘an Dengan
Hadist Qudsi
Di sini
dijelaskan tentang perbedaan antara Qur’an dengan hadist kudsi :
1.
Al-Qur’anul karim adalah
kalam Allah yang diwayuhkan kepada Rasuluallah dengan lafalnya, dan qur’an
adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat. Sedangkan hadist kudsi tidak
untuk menantang dan tidak untuk mukjizat.
2.
Al-Qr’anul Karim hanya
dinisbahkan kepada Allah, sehingga dikatakan Allah Ta’ala telah berfirman.
Sedang hadist kudsi diriwayatkan dengan
disandarkan kepada Allah, sehingga nisbah hadist kudsi kepada Allah itu
merupakan nisbah dibuatkan, Maka dikatakan: Allah telah berfirman atau Allah
berfirman.
3.
Seluruh isi Qur’an
dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya sudah mutlak. Sedangkan hadist
kudsi kebanyakannya adalah khabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan
dugaan.
4.
Al-Qur’an Karim dari
Allah , baik lafal maupun maknannya, maka ia adalah wahyu. Hadist Qudsi ialah
wahyu dalam makna tetapi bukan dalam lafal, oleh sebab itu menurut sebagian
besar ahli hadist diperbolehkan meriwayatkan hadist kudsi dengan maknanya saja.
5.
Membaca Al-Quranul Karim
merupakan ibadah. Sementara hadist Kudsi tidak disuruh membacanya di dalam
sholat dan allah memberikan pahala membaca hadist kudsi secara umum saja.
D.
Pemeliharaan Al-Qur’an
Pada masa Rasuluallah
masih hidup cara memelihara al-Qur’an adalah dengan menulis dan membacanya.
Pada masa Abu bakar al-Qur’an yang semulanya ditulis di tulang-tulang, pe;epah
kurma, daun kayu dan sebagainya, dikumpulkan dan disalin kembali. Hasil salinan
tersebut di sebut Mushaf. Pada masa Umar bin Khatab difokuskan kepada
pengembangan ajaran islam dan wilayah kekuasaan islam. Maka rasio manusia mulai
berkembang pada masa ini. Karena Alqu’an tidak dipahami secara tekstual saja,
tapi lebih jauh lagi dipahami secara kontekstual. Pada masa Ustman bin affan
alqur’an ditulis kembali menggunakn satu bentuk tulisan yang dikenal dengan
rasam usmani. Kemudian al-qur’an diperbanyak menjadi 5 eksemplar dan dibagi ke
5 daerah diantaranya:
1.
Di tinggal di Madinah
sebagai pegangan atau prinsip.
2.
Di kirim ke Kufah
3.
Di kirim ke Damaskus
4.
Di kirim ke Bashrah
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Al-Qur’an berarti bacaan
yang berasal dari kata qoro’a. Menurut definisinya alqur’an adalah Kalam Allah
yang merupakan mu’jizat yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan yang
ditulis musyaf diriwayatkan dengan mutawatir serta dengan membacanya adalah
ibadah. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur dalam waktu 22 tahun 2
bulan 22 hari. Kandungan alqur’an adalah
Aqida atau ketauhitan dan keimanan terhadap Allah SWT, tentang
hokum-hukum(mengatur manusia), erupa peringatan atau tadzkir, sejarah-sejarah
atau kisah-kisah Nabi terdahulu, dan isyarat pengemban ilmu pengetahuan dan
teknologi.
B.
Pertanyaan
1.
Mengapa Al-Qur’an
diturunkan di arab dan berbahasa Arab?
2.
Jelaskan pengertian
hadist Kudsi dan berikan contohnya?
3.
Dijelaskan bahwa
Ql-qur’an juga memuat tentang ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan itu seperti
apa dan tercantum dalam ayat apa.?
Daftar pustaka
Anwar abu, Ulumul Qur’an,
Amzah, 2012
Muzakir, Studi Ilmu-Ilmu
Qur’an, Bogor: Pustaka Litera Anternusa, th. 2013
Majid Nurkholis, Alqur’an
dan Umul Hadist, Jogjakarta: Teras, th. 2008.
Nata Abudin, Metodologi
Studi Islam, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, th.2012