Kenangan Kita

Dalam ruang ini aku mengenang. Celoteh anak – anak mendoakan kita. Coletah mereka dengan kepolosannya. Kau ingat di ruang itu? ...

Selasa, 28 April 2015

Puisi: Menggapai Angan



Menggapai Angan
Oleh: Hasanatul Mutmainah
Aku terpaku semu.
Dalam setiap lorong disudut otakku.
Tergambar lukisan angan.
Atau mungkin hanya ego yang membara?
Ku lihat diriku.
Apakah aku mampu?
Begitu berat, begitu besar.
Kadang aku takut terjatuh.
Tapi aku lebih hidup.
Apa itu ketakutan semu seperti anganku?
Bisakah ku tepis?
Bisakah ku bunuh?
Begitu seram bayangan yang mengejar.
Begitu jauh angan yang ingin ku gapai.
Tapi aku kan kuat.
Akan ku kejar... Akan ku gapai... Akan ku sentuh...
Dan akan ku dapatkan.. Mimpiku... Mimpi kita...
Tuk wujudkan STIT UW yang luar biasa!
bi-idznillah...

di buminya Allah yang basah, 28 April 2015

Sabtu, 25 April 2015

Puisi: Senandung Rindu



Senandung Rindu
Oleh. Hasanatul Mutmainah

Hanya lewat bait-bait do'a aku menghampirimu.
Lewat senandung rindu aku menemuimu.
Menatap teduhnya wajahmu suatu ketidakmungkinan bagiku, untuk saat ini.
Tangan ini selalu menengadah.
Mengadu akan kebimbangan yang tak bertepi.
Dingin menghunus jantung yang layu.
Mungkin karena engganku dalam bersyukur.
Bahkan cinta yang datang selalu ku tepis.
Dalam hembus do’a ku beradu.
Dalam hening malam ku berharap.
Dia kan datang menghampiriku.
Membawa segenggam cinta dan ridho-Nya.

Jombang, 25 April 2015

Puisi: Bergerak IPNU IPPNU



Bergerak
Oleh: Hasantul Mutmainah

Pernah ku lihat topan menderu.
Menerpa setiap jiwa yang bangkit tuk maju.
Dalam baris bak tentara kami berlaga.
Menuangkan cerita dalam angan.
Guratan alis pun menukik tajam.
Kemelut egoisme melecut-lecut.
Hentakan kaki membinasakan rangkaian melodi.
Ilusi merajai pena merajut makna.
Udara kering berhembus.
Kerongkongan-kerongkongan merasakan cekikan semu.
Mata sayu akan kantuk menjadi musuh.
Tanganku masih bergrilya.
Mencoba membangun tembok-tembok cakrawala.
Terdengar jeritan tangis dari lorong yang tersembunyi.
Ku cari...apa? apa? Dan apa?
Kegundahan, kekosongan, kehampaan jiwa yang rindu.
Dalam kajian dimajelis IPNU IPPNU.
Gelak tawa pangeran rumput yang melambaikan sapaan.
Pengamatan lemah akan ketidak pastian.
Jangan! Jangan kau kibarkan bendera kekalahan.
Meski setan menggerogoti kobaran semangatmu.
Tetap yakinlah atas kuasaNya.
Meski merangkak, meski tercabik, meski terkoyak.
Tetaplah maju.

Jombang, 25 April 2015

Jumat, 24 April 2015

Puisi: Senyum Mereka



Senyum Mereka
Oleh: Hasanatul Mutmainah

Senyuman tulus dari hati.
Hingga berderai menjadi air mata.
Padahal aku hanya ingin tersenyum.
Dan membubuhkan senyum diwajah mereka.
Hening peluk cahaya lampu menenangkanku.
Tak lelah jari ini tuk menari membentuk huruf-huruf dunia.
Ku coba tuk menyapa, tapi mereka enggan tuk bersua.
Hanya goresan pena yang ada.
Sayup-sayup rindu akan ketenangan.
Mengalir indah dibibir bahagia.
Tuhan... sampaikan salam dari hayat untuk mereka.
Ayah, bunda, dan kakanda.

Jombang, 24 April 2015

Puisi: Tertatihku Mencintai-Mu



Tertatihku Mencintai-Mu
Oleh: Hasanatul Mutmainah

Mungkin sang waktu yang mengerti.
Betapa tertatihku mencintaiMu.
Dalam diamku, dalam sepiku, dalam senyumku.
Semua telah terangkai indah dalam hati.
Tapi tak pantas jika ku ungkapkan semua.
Rasa ini terlalu suci.
Bahkan sebening embun cintaku hadir.
Membawa kesejukkan disetiap mili.
Dan ku memilih tak bersua.
Karena takkan pantas ku dapat.
Guratan cinta yang indah dari diri-Mu.
Yang telah memiliki segala cinta.

Jombang, 24 April 2015