Menunggu
Oleh.
Hasanatul Mutmainah
Denting jarum
jam dinding sayup-sayup terdengar.
Dengkuran sang
malam kerap menjadi melodi.
Sunyi akan kata,
sunyi akan syair.
Jari-jari terus
berlaga, menggenggam pena menulis kata.
Satu dua dan
tiga ku baca.
Huruf berjejer
rapi bak tentara.
Burung-burung
malam pun bersua.
Bahkan
menampakkan wajahnya.
Bisik hati
berbicara.
Tuhan...siapa
dan siapa?
Pemilik rindu
yang kunjung tak bertemu.
Di ikatan
halal-Mu, aku menunggunya.
Jombang,
19 Oktober 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar