Kenangan Kita

Dalam ruang ini aku mengenang. Celoteh anak – anak mendoakan kita. Coletah mereka dengan kepolosannya. Kau ingat di ruang itu? ...

Rabu, 17 Mei 2017

Ilmu lakon: Belajar Akhlak (bagian 1)



“GAK PUNYA AKHLAK ANAK ITU!”


Kata itu terus saja terngiang dalam telinga ketika seorang pengurus pondok mengatakan hal demikian didepan seluruh santri dan ditujukan kepada seorang santri. Mungkin jika santri tersebut tidak dijadikan kuat oleh Allah, bisa saja sudah kabur dari pondok dan tidak mau kembali lagi, mungkin masih mendingan jika mengatakannya didepan beberapa santri, lha ini didepan seluruh santri, bagaimana kewajiban kita agar tidak menyakiti hati seseorang?

Apakah kita penentu baik buruknya akhlak seseorang? Bukankah kita tak berhak untuk menghukumi seseorang baik atau buruk akhlaknya? Apakah kita tahu batin seseorang? Apakah kita tahu alasan seseorang berlaku demikian? Mengapa tak melakukan tabayyun dulu kepada yang bersangkutan tetapi malah langsung menghukuminya semau kita, sesuka nafsu kita? Bukankah mengatakan demikian didepan seluruh santri bukankah hal yang berlebihan? Apakah tidak bisa mengatakan kepada yang bersangkutan saja agar lebih belajar akhlak? Apakah begitu yang diajarkan dalam pendidikan dan agama? Bukankah hal tersebut termasuk telah melanggar hak seseorang untuk mendapatkan nama baik?

Jangan olok mereka, mereka hanya masih awam, masih belajar akhlak tapi ajarilah mereka, nasehatilah mereka agar belajar dari kekhilafannya. Lantas tidak punya akhlak juga jika kita mengoloknya, lalu apa bedanya kita sebagai pengolok dengan dia yang kita olok?

Allah.. bimbing kami...

Jombang,  18 Mei 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar