TAFSIR AMALY
(SURAT YASIN/
36: 28 – 83)
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ
وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ (٢٨)
28.
Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah Dia (meninggal) suatu
pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
Kita hindari tidak mau mendengarkan peringatan selama
telah diutusnya utusan oleh Allah, kia berusaha taat kepada utusan Allah karena
pasti membawa kebenaran yang datangnya dari Allah. Kita hindari menyia –
nyiakan utusan yang datangnya dari Allah karena bisa mendatangkan adzab oleh
Allah berupa tidak ditrunkannya utusan oleh Allah sebagai pemberi peringatan
kepada kita. Kita berusaha takut tidak diturunkannya utusan, karena tanpa
didatangkannya utusan oleh Allah, pasti kita akan menjadi golongan orang –
orang yang kebingungan.
إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ (٢٩)
29.
Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; Maka
tiba-tiba mereka semuanya mati.
Kita hindari tidak mau mendengarkan peringatan, sebab
Allah Kuasa mendatangkan peringatan berupa satu suara saja sehingga bisa
membuat kita mati (kejadian saat ditiupnya terompet oleh malaikat). Kita
berusaha mendengarkan peringatan dan juga suara – suara yang menunjukkan
kebenaran sehingga kita bukan termasuk orang – orang yang merugi karena
menyesal.
يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلا كَانُوا
بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (٣٠)
30.
Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang
Rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
Kita hindari menjadi golongan yang kelak menyesal karena
ketika didatangkan utusan mereka mengolok – olok utusan tersebut. Kita hindari
mengolok orang yang berusaha menyebarkan kebenaran dan kebaikan meskipun orang
tersebut juga masih belajar menjadi benar dan baik. Kita berusaha mengajak
orang untuk selalu berlomba – lomba dalam kebaikan dan meningkatkan taqwa
kepada Allah.
أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ
لا يَرْجِعُونَ (٣١)
31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat
sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah
Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka[1266].
Kita yakini bahwa Allah membinasakan umat yang tidak mau
taat kepada Allah seperti umat – umat terdahulu. Andai saja umat dahulu diberi
kesempatan untuk hidup lagi, tentunya mereka akan menjadi kaum yang tidak
merugi dan mendengarkan utusan yang datangnya dari Allah.
وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ (٣٢)
32.
Dan Setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada kami.
Kelak diakhirat akan dikumpulkan bersama utusan – utusan,
maka kaum yang mendurhakai utusan yang datang kepadanya, mereka akan pontang –
panting kebingungan di akhirat, mereka datang kepada utusan tetapi utusan
tersebut tidak mengakuinya sebagai kaum karena kedurhakaannya dimasa hidupnya.
Kita berusaha selalu taat kepada utusan yang datang karena Allah, bukan karena
tidak mendapatkan teman di dunia.
وَآيَةٌ لَهُمُ الأرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا
حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ (٣٣)
33.
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati.
Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, Maka
daripadanya mereka makan.
Kita yakini Maha Kuasa Allah yang menjadikan segala
sesuatu yang tidak ada menjadi ada, seperti halnya Allah Kuasa menghidupkan bumi
yang mati dengan mengeluarkan biji – bijian dari dalam bumi. Kita agungkan
Allah yang senantiasa memperhatikan makhluknya, kita berusaha memberi makan
kaum seperti halnya Allah memberi makan makhluknya.
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا
مِنَ الْعُيُونِ (٣٤)
34.
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan
padanya beberapa mata air,
Maha Rahman Allah yang menciptakan kebun – kebun kurma,
angur dan memancarkan beberapa mata air untuk kebutuhan makhluknya. Kita tiru
Maha Rahman Allah yang memberi makan kaum, maka kita berusaha memikirkan kebutuhan
kaum terutama dari segi makanan agar dia kuat untuk beribadah kepada Allah.
لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ أَفَلا يَشْكُرُونَ
(٣٥)
35.
Supaya mereka dapat Makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh
tangan mereka. Maka Mengapakah mereka tidak bersyukur?
Kita yakini Allah menciptakan kebun – kebun kurma, anggur
dan segala apa yang ada di bumi adalah untuk makhlukNya, kita berusaha selalu
menjaga amanah Allah tersebut dengan memanfaatkannya dengan baik, dengan berusaha
untuk selalu menggunakannya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah.
سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الأزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الأرْضُ وَمِنْ
أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لا يَعْلَمُونَ (٣٦)
36. Maha suci Tuhan yang telah menciptakan
pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari
diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
Allah menjadikan segala sesuatu di bumi berpasang –
pasangan, seperti halnya siang dan malam, laki – laki dan perempuan, tumbuhan
jantan dan betina dan sebagainya. Kita yakini semuanya tersebut diciptakan oleh
Allah untuk di ilmui.
وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ
مُظْلِمُونَ (٣٧)
37.
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami
tanggalkan siang dari malam itu, Maka dengan serta merta mereka berada dalam
kegelapan.
Maha Kuasa Allah yang menjadikan adanya malam sehingga
semuanya menjadi gelap. Hal tersebut dapat diilmui, maka jika seseorang berada
dalam kegelapan, maka dia harus berusaha menjemput adanya pagi (cahaya), begitu
pula dengan hidayah. Seorang yang belum mendapatkan hidayah seperti berada
dalam kegelapan, maka seorang tersebut harus menjemput hidayah (cahaya).
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ
الْعَلِيمِ (٣٨)
38.
Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha
Perkasa lagi Maha mengetahui.
Allah menciptakan Matahari berada di tempatnya dan tidak
berpindah – pindah. Andai matahari berpindah – pindah maka dimana manusia akan
bisa tinggal menetap? Kita Agungkan Maha Sayangnya Allah kepada kita, dengan
demikian kita selalu berusaha semakin taat kepada Allah diamanapun kita berada.
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ
(٣٩)
39.
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah
Dia sampai ke manzilah yang terakhir) Kembalilah Dia sebagai bentuk tandan yang
tua.
Kita agungkan Allah yang memberi tanda – tanda pada bulan
sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia seperti halnya bulan yang bulan-bulan
itu pada Awal bulan, kecil berbentuk sabit, kemudian sesudah menempati
manzilah-manzilah, Dia menjadi purnama, kemudian pada manzilah terakhir
kelihatan seperti tandan kering yang melengkung.
لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ
النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (٤٠)
40.
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat
mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
Kita tiru Allah yang mengatur segala sesuatu, maka kita
sebagai hamba juga berusaha memplanning segala sesuatu sekuat dan semampu kita,
Maha Teliti Allah yang menempatkan bulan dan matahari sesuai dengan porsi yang
sesuai.
وَآيَةٌ
لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ (٤١)
41.
Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami
angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.
Kita agungkan Allah yang menjadikan kita berada pada
bahtera yang penuh muatan yakni agama Allah, kita bersyukur dijadikan Allah
mengikuti utusan – utusan Allah yang diberi petunjuk oleh Allah untuk menuju
Allah. kita berusaha menjadi orang – orang yang selalu mengikuti petunjuk
dengan cara berguru pada ulama’.
وَخَلَقْنَا
لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ (٤٢)
42.
Dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.
Allah
menciptakan tunggangan untuk manusia berupa binatang-binatang, dan alat-alat
pengangkutan umumnya. Hal tersebut menandakan maha Sayang Allah kepada kita
sehingga segala hal yang berada dalam kehidupan manusia dijadikan Allah mudah.
وَإِنْ
نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلا صَرِيخَ لَهُمْ وَلا هُمْ يُنْقَذُونَ (٤٣)
43.
Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, Maka Tiadalah bagi
mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
Allah kuasa memberikan pertolongan atau tidak kepada
hambaNya, maka kita berusaha selalu minta pertolongan dan keselamatan kepada
Allah, sebab tanpa diselamatkan oleh Allah, kita pasti akan menjadi orang –
oran yang tidak selamat.
إِلا
رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ (٤٤)
44.
Tetapi (kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk
memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
Kita selalu mohon Rahmat kepada Allah, karena tanpa
Rahmat dari Allah maka tidak akan sedikitpun merasa senang dan bahagia. Allah
memberikan rasa senang kepada kita, hal tersebut juga merupakan sebuah ujian
dari Allah agar kita tetap ingat Allah baik dalam keadaan senang ataupun susah.
وَإِذَا
قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ (٤٥)
45. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah
kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu
mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).
Kita hindari menjadi orang yang ketika diberi peringatan
dia berpaling, kita takut dipalingkan Allah karena sikap kita yang berpaling
saat diberi peringatan oleh utusan Allah. kita berusaha takut siksa Allah
karena tidak ada satu orangpun tentunya yang bisa terlepas dari siksa Allah.
وَمَا
تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ
(٤٦)
46.
Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda tanda
kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.
Kita tata hati kita agar peka terhadap tanda kekuasaan
Allah, kita berusaha mengilmui tanda tersebut sesuai aturan dan petunjuk dari
Allah, kita hindari menjadi seperto orang yang dipalingka oleh Allah terhadap
akhirat, karena siksa neraka itu sangat pedih dan tidak ada seorangpun yang
dapat menghindari siksanya.
وَإِذَا
قِيلَ لَهُمْ أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا
لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ
أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٤٧)
47. Dan apabila dikatakakan kepada mereka:
"Nafkahkanlah sebahagian dari reski yang diberikan Allah kepadamu",
Maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman:
"Apakah Kami akan memberi Makan kepada orang-orang yang jika Allah
menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, Tiadalah kamu melainkan dalam
kesesatan yang nyata".
Kita berusaha selalu mendengarkan peringatan dari Allah
untuk menggunakan harta yang Allah berikan juga untuk kepentingan agama Allah.
kita takut adzab Allah berupa tidak dibukanya pintu hati kita untuk taat
terhadap peringatan Allah.
وَيَقُولُونَ
مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٤٨)
48.
Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika
kamu adalah orang-orang yang benar?".
Kita meyakini adanya hari kebangkitan itu pasti terjadi.
Kita hindari menjadi orang yang ingkar terhadap adanya hari kebangkitan yang
sudah pasti datangnya.
مَا
يَنْظُرُونَ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ (٤٩)
49.
Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan
mereka ketika mereka sedang bertengkar.
Kita hindari menunggu teriakan yang membinasakan kita
ketika kita tidak ingat kepada Allah, sebab taubat saat nafas sudah berada di
tenggorokan maka taubatya tidak diterima.
تَوْصِيَةً وَلا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ (٥٠)
50.
Lalu mereka tidak Kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali
kepada keluarganya.
Kita hindari menjadi orang – orang yang tertutup hatinya dari
cahaya Allah, karena orang – orang yang tertutup hatinya pastilah tidak dapat
memberi peringatan dan wasiat sebagai peninggalan yang baik (amal jariyah).
فَلا يَسْتَطِيعُونَ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ
مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (٥١)
51.
Dan ditiuplah sangkalala, Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari
kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
Ketika ditiupnya sangkakala, maka semua manusia akan
bangkit dari kubur dengan segera menuju Allah, maka kita berusaha menjadi orang
yang saat dibangkitkan dari kubur dalam keadaan yang baik, hal tersebut
tentunya bisa terjadi ketika kita slama hidup didunia selalu beramal sholih
dengan ikhlas.
قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا
هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (٥٢)
52. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! siapakah
yang membangkitkan Kami dari tempat-tidur Kami (kubur)?". Inilah
yang dijanjikan (tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya).
kita hindari menjadi orang yang merasa celaka ketika
dibangkitkan dari kubur, sebab mereka yang merasakan demikian sebagai tanda
saat mereka hidup di dunia tidak taat kepada Allah, selalu bermaksiat kepada
Allah. orang yang merasa celaka tersebut sebagai akibat mengingkari peringatan
yang datang kepada mereka tentang hari akhir. Kita berusaha selalu mendengarkan
peringatan yang datangnya dari utusan Allah karena hal tersebut pasti benar
adanya.
إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا
مُحْضَرُونَ (٥٣)
53.
Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, Maka tiba- tiba mereka
semua dikumpulkan kepada kami.
Kita berusaha mendengarkan seruan tentang kebenaran
meskipun itu hanya sekali, sehingga ketika ditiupkannya sangkakala untuk
pertama kalinya kita dalam keadaan sudah diberi peringatan dan kita
mendengarkannya sehingga tidak menjadi orang yang merugi.
إِنْ كَانَتْ فَالْيَوْمَ لا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلا
تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٥٤)
54. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan
sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu
kerjakan.
Kita berusaha menjadi orang yang tidak merugi karena dijadikan
Allah mau mendengarkan peringatan saat masih hidup, tetapi kebalikannya orang –
orang yang tidak mau mendengarkan peringatan maka akan sangat merasa rugi kelak
diakhirat, karena Allah akan membalas seseorang sesuai dengan apa yang
diamalkan atau diperbuat selama hidupnya di dunia.
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ
فَاكِهُونَ (٥٥)
55.
Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan
(mereka).
Kita berusaha mendapatkan kenikmatan berupa dijadikan
penghuni syurga yang kelak akan bersenang – senang dan bertemu Allah
didalamnya, orang yang mendapat kenikmatan tersebut adalah orang yang taat kepada Allah, orang yang selalu
ingat Allah dalam segala hal.
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلالٍ عَلَى الأرَائِكِ
مُتَّكِئُونَ (٥٦)
56.
Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.
kita berusaha kelak ditempatkan oleh Allah di tempat –
tempat yang teduh bersama pasangan kita, bersandar pada dipan – dipan yang
telah disediakan di surga. Hal tersebut sudah merupakan janji Allah kepada
orang – orang yang beriman, sehingga orang – orang yang tidak beriman akan iri
dengannya.
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ (٥٧)
57.
Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka
minta.
Kita yakini kenikmatan – kenikmatan yang Allah janjikan
di surga, seperti disediakannya buah – buahan dan apa saja yang hamba minta.
Kenikmatan yang demikian tersebut sebagai janji Allah kepada orang – orang yang
mau taat kepada-Nya.
سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (٥٨)
58.
(kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai Ucapan selamat dari Tuhan
yang Maha Penyayang.
Kita berusaha mendapatkan salam yang datangnya dari
Allah, sebab tidak ada kenikmatan yang lebih besar dari dunia seisinya selain
mendapatkan salam dari Allah SWT. Kita berusaha mendapatkan salam dari Allah
dengan cara selalu taat kepada Allah dan menghindari perbuatan yang dimurkai
oleh Allah.
وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ (٥٩)
59. Dan (Dikatakan kepada orang-orang kafir):
"Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, Hai orang-orang
yang berbuat jahat.
Kita hindari menjadi orang kafir yang tidak mau
mendengarkan peringatan, sebab antara kafir dan mukmin sangatlah berbeda. Orang
kafir kelak dia akhirat akan dihinakan oleh Allah karena tidak mau mendengarkan
peringatan dari Allah yang telah disampaikan oleh utusan – utusan Allah.
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا
تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (٦٠)
60.
Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak
menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi
kamu",
Kita sadari bahwa syaitan adalah musuh yang nyata, lantas
kenapa kita masih selalu mengikuti syaitan? Masih menyembah syaitan? Kita
hindari mengikuti syetan dengan cara menjauhi apa yang menyebabkan kita jauh
dari Allah dan mendapat murka Allah.
وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (٦١)
61.
Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
Kita berusaha selalu mohon pertolongan oleh Allah berupa
ditunjukkannya jalan yang lurus, sebab hanya orang – orang yang mendapat
bimbingan Allah lah orang yang akan mendapatkan jalan yang lurus.
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا
تَعْقِلُونَ (٦٢)
62.
Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka
Apakah kamu tidak memikirkan?
Kita hindari menjadi orang yang disesatkan oleh syetan,
orang yang disesatkan oleh syetan adalah orang – orang yang kelak diakhirat
ditempatkan dalam neraka jahannam. Kita hindari menjadi pengikut syetan.
هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (٦٣)
63.
Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).
Kita menghindari tidak mempercayai perkataan utusan
seperti tidak percaya telah disediakannya neraka jahannam bagi hamba yang
ingkar. Kita berusaha selalu ingat peringatan Allah yang disampaikan melalui
utusan Allah. Kita berusaha tidak mengingkari adanya hari akhir dan neraka
meskipun dengan nada bercanda, contoh: “Halah nanti paling di neraka ya gitu –
gitu aja!” atau “Dosa lho ndak terasa!”
اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ (٦٤)
64.
Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.
Kita berusaha tidak mengingkari adanya neraka, sebab
suatu saat ketika diakhirat maka hukum Allah pasti ditegakkan, ketika disuruh
untuk masuk kedalam neraka, maka tidak ada seorangpun yang bisa mengelak lari
darinya.
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا
أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦٥)
65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah
kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa
yang dahulu mereka usahakan.
Kita hindari menjadi orang yang tidak percaya akan
datangnya hari akhir, sebab segala kesaksian dari tangan, kaki dan anggota
tubuh lainnya bersaksi ketika mulut di bungkam. Maka semua anggota tubuh
tersebut bersaksi dengan sebenar – benarnya. Kita berusaha menjadikan anggota
tubuh kita menjadi saksi perbuatan baik, maka kita terus menerus berusaha untuk
beramal sholeh, beramal baik dan berusaha sekuat tenaga menghindari perbuatan
bermaksiat kepada Allah.
وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ
فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ (٦٦)
66.
Dan Jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka;
lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat
melihat(nya).
Kita berusaha menggunakan penglihatan kita untuk kebaikan
saja. Kita selalu bersyukur atas apa yang Allah anugerahkan kepada kita dengan
menggunakannya untuk beramal sholeh, menggunakannya sesuai dengan yang Allah
perintahkan dan Allah sukai. Kita takut ancaman Allah berupa dibutakannya mata
kita sehingga akan kesulitan dalam melihat apa yang Allah ciptakan, lebih dari
pada itu kita berusaha untuk selalu membuka mata hati kita terhadap kebaikan
sehingga Allah tidak menutup hati kita. Kita berusaha agar hati kita selalu
berada di jalan Allah, yakni dengan cara memperbaiki kualitas iman, ibadah dan
akhlaq.
وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا
اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلا يَرْجِعُونَ (٦٧)
67. Dan Jikalau Kami menghendaki pastilah Kami ubah
mereka di tempat mereka berada; Maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan
tidak (pula) sanggup kembali.
Kita berusaha selalu berada dijalan Allah, yaitu jalannya
orang – orang yang diberi nikmat oleh Allah berupa petunjuk All;ah. Kita
berusaha menemukan kenikmatan diberikan petunjuk oleh Allah dengan cara terus
menerus beribadah kepada Allah serta selalu mohon petunjuk kepada Allah agar
kelak kita tidak dijadikan tersesat, sehingga kita berjalan dijalan yang benar
dan ketika sampai di ujung jalan, maka kita tidak menyesal telah melalui jalan
tersebut karena jalan tersebutlah jalan yang disukai oelh Allah.
وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا
يَعْقِلُونَ (٦٨)
68. Dan Barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya
Kami kembalikan Dia kepada kejadian(nya). Maka Apakah mereka tidak memikirkan?
Kita berusaha menggunakan umur yang diberikan kepada
Allah untuk kebaikan, kita mohon kepada Allah bukan dipanjangkannya umur kita
tapi dijadikan umur yang kita miliki tersebut adalah umur yang barokah, umur
yang digunakan untuk selalu beribadah kepada Allah. Kiat hindari bermaksiat
kepada Allah sedangkan Allah kuasa untuk menambah dan mengurangi umur kita.
kita selalu berusaha untuk ingat Allah, selalu beramal shalih agar kelak ketika
umur kita sudah diakhiri oleh Allah, maka kita tidak merasa rugi telah menggunakan
sisa umur untuk taat kepada Allah.
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ
هُوَ إِلا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (٦٩)
69.
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah
layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang
memberi penerangan.
Kita yakini bahwa firman Allah yang diberikan kepada nabi
Muhammad adalah benar – benar mu’jizat. Kita ketahui pada saat itu di Arab
sedang terkenal dengan syairnya, tetapi ketika Rasulullah diberi wahyu oleh
Allah, mereka semua ahli syair tidak ada satupun yang bisa menandinginya. Hal
tersebut menandakan Maha Kuasa Allah, Nabi Muhammad SAW yang diberikan wahyu
bukanlah ahli syair, bahkan beliau tidak bisa membaca.
لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى
الْكَافِرِينَ (٧٠)
70.
Supaya Dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup
(hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.
Kita yakini adanya mu’jizat Al Qur’an yang datangnya dari
Allah dan dibawa oleh nabi Muhammad saw adalah untuk memberi peringatan kepada
kita, seluruh umat yang hidup dan dijadikan hidup hatinya oleh Allah. Maka kita
selalu berusaha mengidupkan hati kita dengan terus menerus mempelajari al
Qur’an, karena tanpa adanya al Qur’an, maka hati kita tentunya akan terasa
gersang.
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ
أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ (٧١)
71. Dan Apakah mereka tidak melihat bahwa Sesungguhnya
Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka Yaitu sebahagian dari apa
yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka
menguasainya?
Kita selalu ingat Maha Sayang Allah kepada kita karena
Allah telah menciptakan ternak – ternak untuk manusia. Tentunya tidak ada
seorang manusiapun yang dapat mebuat dan menciptakan ternak seperti yang Allah
ciptakan. Kita ingat Maha Rahman Allah dengan cara menjaga dan menggunakan apa
yang diberikan Allah kepada kita dengan ma’ruf.
وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا
يَأْكُلُونَ (٧٢)
72.
Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; Maka sebahagiannya
menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.
Maha Rahman Allah yang mebuat jinak binatang – binatang
ternak sehingga ketika kita bercengkrama dengan mereka akan tercipta sebuah
keharmonisan antara makhluk Allah, baik manusia, hewan, dan tumbuhan. Semua
hidup berdampingan dan selalu berdzikir kepada Allah dengan caranya masing –
masing.
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلا يَشْكُرُونَ
(٧٣)
73.
Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka Mengapakah
mereka tidak bersyukur?
Kita berusaha selalu mengaungkan Allah. Allah telah
menciptakan kenikmatan – kenikmatan yang tidak dapat dihitung oleh manusia.
Allah menciptakan makhluk yang memiliki manfaat untuk satu terhadap lainnya.
Kita selalu bersyukur kepada Allah dijadikan makhluk yang berakal karena bisa
menyingkap manfaat – manfaat apa yang telah Allah ciptakan dan kita semakin
beriman dan bersyukur ketika mengetahuinya.
وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ
يُنْصَرُونَ (٧٤)
74.
Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat
pertolongan.
Kita hindari mengambil sembahan selain Allah, karena hal
tersebut adalah dosa yang paling besar dan sulit diampuni oleh Allah.
Seandainya mereka mengetahui, yang hanya bisa memberikan pertolongan hanyalah
Allah, nukan makhluk – makhluk selain Allah yang mereka jadikansesembahan. Kita
yakini bahwa pertolongan ada itu datangnya dari Allah, bukan dari uyang
lainnya. Kita selalu berusaha berdo’a kepada Allah, memohon pertolongan kepada
Allah agar dijadikan hamba yang selalu taat kepada Allah.
لا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ
مُحْضَرُونَ (٧٥)
75.
Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; Padahal berhala- berhala itu
menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.
Kita yakini bahwa berhala – berhala yang diciptakan
manusia dan dijadikan sesembahan pada kaum jahiliyah tersebut tidak
mendatangkan manfaat apapun kepada kita, Allah yang pantas dan layak disembah
karena segala pertolongan datangnya dari Allah.
فَلا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ
وَمَا يُعْلِنُونَ (٧٦)
76.
Maka janganlah Ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa
yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
Kita berusaha meniru nabi Muhammad yang tidak bersedih
hati terhadap kaum yang tidak mau mendengarkan seruan beliau, kita selalu
menyadari bahwa Allah lah yang membolak balik hati, sehingga bisa saja detik
ini seseorang ingkar kepada Allah, lantas detik selanjutnya mereka menjadi hamba
yang sudah dijamin syurga oleh Allah. Maka kita juga beruisaha menghina orang
yang belum mau taat kepada Allah, kita berusaha tidak putus asa ketika
berdakwah tetapi orang yang kita dakwahi masih belum mendengarkan peringatan
kita, kita selalu mohon kepada Allah untuk kepentingan semuanya karena hanya
Allah yang Kuasa merubah hal yang menurut kita susah, tapi sungguh sangat mudah
bagi Allah.
أَوَلَمْ يَرَ الإنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ
خَصِيمٌ مُبِينٌ (٧٧)
77.
Dan Apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik
air (mani), Maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
Kita sadari, kita hanya diciuptakan dari setitik mani.
Allah kuasa menjadikan dari setitik mani tersebut menjadi hamba yang taat
kepada Allah dan yang ingkar. Kita selalu berusaha menjadi hamba yang taat
kepada Allah dan tidak menantang Allah dengan cara selalu taat kepada Allah,
tidak mendurhakai Allah, selalu mengagungkan hukum – hukum Allah dan tidak
melecehkan atau menawar – nawarnya.
أوَضَرَبَ لَنَا مَثَلا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ
يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ (٧٨)
78. Dan ia membuat perumpamaan bagi kami; dan Dia lupa
kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang
belulang, yang telah hancur luluh?"
Kita hindari menjadi hamba yang lupa, lupa tehadap asal
muasal kita. kita selalu beribadah kepada Allah yang Maha Besar, Allah yang
Maha Kuasa menciptakan kita yang hanya terdiri dari tulang belulang sehingga
kita dihidupkan oleh Allah. Mudah bagi Allah untuk menghidupkan dan mematikan
kita.
قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ
وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ (٧٩)
79.
Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang
pertama. dan Dia Maha mengetahui tentang segala makhluk.
Kita berusaha untuk menjadi hamba yang taat kepada Allah,
kita yakini bahwa hanya Allah lah yang bisa emnghidupkan dan mematikan kita,
bukanlah sesembahan yang disembah oleh orang – orang jahiliyah. Kita yakini
Allah Maha mengetahu setiap makhluk yang diciptakan oleh Allah, tidak ada
setetes air hujanpun yang turun di bumi tidak diketahui oleh Allah.
الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الأخْضَرِ نَارًا
فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ (٨٠)
80. Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu
yang hijau, Maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu".
Maha kuasa Allah yang menjadikan api dari kayu, padahal
jika ada kayu dan api maka terbakarlah api tersebut, tetapi api tersebut
berasal dari kayu. Kita ilmui api yang berasal dari kayu yang hijau, maka kita
berusaha tahu diri, kita berasal dari apa sehingga kita tidak durhaka kepada
oencipta kita yakni Allah SWT.
أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ
بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى وَهُوَ الْخَلاقُ الْعَلِيمُ (٨١)
81.
Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan
yang serupa dengan itu? benar, Dia berkuasa. dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha
mengetahui.
Maha Kuasa Allah yang menciptakan langit dan bumi dan
yang serupa dengannya, kita sadari bahwa hanya karena Maha Kuasa Allah yang
bisa menciptakan langit sedemikian tingginya tanpa tiang, dan bumi berserta
yang menyeruoainya adalah hal yang mudah bagi Allah.
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ
كُنْ فَيَكُونُ (٨٢)
82.
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata
kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia.
Kita selalu ingat Maha Kuasa Allah yang dengan
kekuasaannya sengan hanya berkata “Jadilah” maka terjadilah segala sesuatu.
Kita sadari Maha Kuasa Allah dengan kekuasaanNya bisa menjadikan sesuatu dengan
sekejap.
فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
(٨٣)
83.
Maka Maha suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan
kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Kita selalu ingat Maha Suci Allah yang atas kekuasaanNya
atas segala sesuatu yang ada di langit dan ada yang di semesta ini. Kita selalu
ingat kepada Allah lah nanti kita kembali, maka kita berusaha kembali kepada
Allah dengan keadaan yang baik, dengan keadaan menjadi hamba yang beriman
kepada Allah.
Woori Casino Login - Play on Mobile or Desktop
BalasHapusThe Woori Casino https://octcasino.com/ App will be available at Woori ventureberg.com/ Casino on a mobile or desktop basis. kadangpintar To play on our herzamanindir.com/ mobile or desktop, goyangfc.com you can also play with your desktop browser,