Benih itu.
Oleh. Hasanatul Mutmainah
Sekian lama ku siram.
Bibit itu mati.
Terhempas badai.
Tergoncang gempa.
Ini bukan takdirnya.
Ini bukan tempatnya.
Biarkan dia tumbuh.
Meski tak disini.
Meski tanpaku.
Meski ku selalu bercerita tentangmu, benih.
Ku ikhlas kau mati.
Cukup sampai disini, kita.
Jombang, 03 September 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar