Allah yang menciptakan cinta wajib
kita utamakan daripada cinta kepada yang lain. Cinta sebenarnya hanyalah
milikNya, sedangkan pondasi cinta kepada sesama juga tetap ketaatan kepadaNya.
Jangan sampai terbawa cinta hewani (kayak protein aja ada hewaninya, hehehe),
maksudnya cinta yang akan membawa kita pada kesengsaraan abadi di akhirat
nanti. Na’udzubillah. Cintailah Allah, maka Allah akan mengirimkan orang –
orang yang mencintai kita, dan tentunya berpondasi ketaatan kepada Allah.
Ngendikane Abu Ali ad-Daqaq “cinta itu kesenangan, sedang letak hakikatnya
terletak pada ketenangannya”, so kalau cinta jangan “memeti” guys harus
muthmainnah. Apalagi wanita, duh malu. So bagi kalian yang merasa laki – laki,
kalau serius langsung aja datang ke wali atau jika belum siap maka sembunyikan
cinta itu di dalam hati hingga waktu yang tepat. “Ah, jangan – jangan nanti
keduluan yang lain lagi.” Ya iyalah, salah sendiri ndak serius.
Oya, cinta itu juga bisa muncul dari rasa kekaguman
kepada seseorang lho, nah hati – hati ya. Bisa jadi kagum karena suaranya yang
merdu (bukan merusak dunia lho ya..), karena kulit putih halus cantiknya,
karena uangnya yang banyak, karena kecerdasannya, karena nggak ada yang mau
sama gua kecuali dia (hehe, ngesakne rek). Cinta bukan seperti itu guys, kalau
mencintai harus mau menerima segala kekurangan dan kelebihannya (bukan
kelebihan berat badan lho ya, hehe). Bisa jadi punya kelebihan suaranya merdu,
tapi dia tukang kentut (hehe), kalo tidur ngiler (nah kok bisa tahu hayo?), rokoknya
luar biasa (duh kalau jadi suami bikin polusi dalam keluarga, hehe tapi tenang.... kalau suami sayang sama keluarganya
gak bakalan kok tega nyakitin keluarga meskipun dengan asap rokoknya). Kita
tahu kan kalau Allah telah menumbuhkan rasa cinta disetiap hati manusia. Kalau
dia benar sayang dan cinta kepada keluarganya (karena keluarga itu juga amanah
guys), maka ndak bakalan mau nyakitin meski sedikitpun. Subhanallah, Maha besar
Allah yang telah menciptakan sebuah cinta dan menumbuhkannya dalam hati
manusia. Sekarang pertanyaannya, apakah kita sudah benar dalam menempatkan
cinta dan mengelola hati kita?
Jika belum... mari kita belajar bersama...
Bukan maksudnya belajar kelompok bareng lho ya... hehehe,
maksudnya belajar mengelola hati kita agar ndak kebablasan sehingga melupakan
sebenar – benar cinta, Allah SWT.
#keep_istiqomah #lillah
#menuju_ridhoNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar