Kenangan Kita

Dalam ruang ini aku mengenang. Celoteh anak – anak mendoakan kita. Coletah mereka dengan kepolosannya. Kau ingat di ruang itu? ...

Selasa, 08 November 2016

Puisi: Sebuah Episode



Sebuah Episode
Oleh: Hasanatul Mutmainah

Ku tulis sebuah goresan hati
Tentangmu, tentang keinginan hatimu, dan hatiku
Sebuah episode yang masih rahasia
Bahkan kadang tak sengaja menggores luka
Tak tertinggal guratan pedih dan tawa
Saat ku bergurau bersama lainnya
Saat kau berhubungan dengan bebasnya
Ada hati yang terluka, hatiku dan hatimu
Saling cemburu, saling tak rela
Rasa ini tak seharusnya ada
Hingga kau ungkapkan maksud hatimu yang telah lama
Dan hanya lewat barisan do’a ku menyapa
Dan aku bertanya, apakah ini jawaban do’aku?
Ataukah ini hanya sebuah episode semu?
Aku takut akan hal itu
Takut hati suci ini ternodai, takut hati rapuh ini tersakiti
Karena setiap tindakan akan ada konsekuensi
Seperti membuat guratan ini
Pernah ku mengadu
Dalam diam dan kesunyian malam
Nafsukan rasa ini? Fitrahkah rasa ini?
Kedua ketakutan yang terus mencambuk hati
Wahai tokoh dalam episode
Jangan sesekali kau mengoyak hati
Jika tidak, mari kita akhiri episode semu ini

Bersama rinai hujan. @Lt. 1 Kompleks Tarbiyah
Jombang, 8 Nopember 2016






Kebanyakan selalu haus akan pujian dan enggan akan kritikan. Ibaratkan seseorang memberikan kritikan adalah ketika seseorang memukul ular berbisa yang berada disebelah temannya dengan tujuan agar tidak dipatuk oleh ular tersebut, sedangkan orang yang suka memuji ibaratkan hanya sekedar memberitahu ada ular berbisa disebelahnya tanpa bermaksud menghindarkan temannya dai ular tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar