Sebuah Episode
Oleh: Hasanatul
Mutmainah
Ku tulis sebuah goresan
hati
Tentangmu, tentang
keinginan hatimu, dan hatiku
Sebuah episode yang
masih rahasia
Bahkan kadang tak
sengaja menggores luka
Tak tertinggal guratan
pedih dan tawa
Saat ku bergurau bersama
lainnya
Saat kau berhubungan dengan
bebasnya
Ada hati yang terluka,
hatiku dan hatimu
Saling cemburu, saling
tak rela
Rasa ini tak
seharusnya ada
Hingga kau ungkapkan
maksud hatimu yang telah lama
Dan hanya lewat
barisan do’a ku menyapa
Dan aku bertanya,
apakah ini jawaban do’aku?
Ataukah ini hanya
sebuah episode semu?
Aku takut akan hal itu
Takut hati suci ini
ternodai, takut hati rapuh ini tersakiti
Karena setiap tindakan
akan ada konsekuensi
Seperti membuat guratan
ini
Pernah ku mengadu
Dalam diam dan
kesunyian malam
Nafsukan rasa ini?
Fitrahkah rasa ini?
Kedua ketakutan yang
terus mencambuk hati
Wahai tokoh dalam
episode
Jangan sesekali kau
mengoyak hati
Jika tidak, mari kita
akhiri episode semu ini
Bersama rinai hujan. @Lt.
1 Kompleks Tarbiyah
Jombang, 8 Nopember
2016
Kebanyakan selalu haus
akan pujian dan enggan akan kritikan. Ibaratkan seseorang memberikan kritikan
adalah ketika seseorang memukul ular berbisa yang berada disebelah temannya
dengan tujuan agar tidak dipatuk oleh ular tersebut, sedangkan orang yang suka
memuji ibaratkan hanya sekedar memberitahu ada ular berbisa disebelahnya tanpa
bermaksud menghindarkan temannya dai ular tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar