Kenangan Kita

Dalam ruang ini aku mengenang. Celoteh anak – anak mendoakan kita. Coletah mereka dengan kepolosannya. Kau ingat di ruang itu? ...

Selasa, 15 November 2016

Dua Pasang Kaki



Ini tentang sebuah kisah, ketika dua pasang mata tak pernah saling bertatap muka. Hanya saling berkata dalam maya. Ini tentang sebuah rasa yang diam-diam menyelinap kedalam dada masing-masing dari mereka. Ini tentang sebuah rasa, yang keduanya berusaha menepis rasa itu, memilih diam, memilih saling menjauh, karena takut rasa itu akan membutakan hati mereka, karena takut rasa itu akan membuat mereka lupa kepada sejatinya cinta, karena mereka takut akan semua itu, mereka memilih untuk sama-sama saling berhenti menyapa, berhenti berkata, meski kedua hati sangat menahan gejolak rindu yang ada. Tapi apalah daya, keduanya berusaha menjaga hati, hanya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk masa depan masing-masing. Meski bukan dia, meski rasa itu hanya pernah menyusup kedalam dada. Tapi kenangan itu tetap ada, meski tak ada lagi rasa. Hingga kini mereka tak saling sapa, karena takut rasa itu kembali menyusup kedalam dada mereka. Ini tentang mereka, yang memiliki kisah dibulan Juli. Sebuah nama tanpa inisial.


Ini kisah kemarin sore. Saat senja dengan lembut semakin mendekat, saat mendung mulai berarak, dan saat ke-2 pasang kaki menyusuri sebuah jalan beraspal. Ini kisah yang telah ditulis sejak dulu, yang mungkin ini adalah waktu yang ditunjuk pada tulisan itu. Teringat kisah sunan Kalijaga yang diutus sang Guru untuk menunggu sebuah tongkat. Dengan ketawadhu’an yang luar biasa, beliau menunggu dan terus menunggu, bahkan hingga sang Guru lupa. Ini bukan tentang ke-khilafan, ini bukan tentang kekurangan seseorang. Karena kisah itulah yang telah dituliskan disana, tak perlu ada kemarahan dan juga penyesalan. Begitu juga kisah ini, menunggu dalam diam dan bisu. Hingga sosok yang ditunggu pun muncul dalam tepian waktu, menggoreskan sebuah senyum penuh makna. Hingga suasana diam dan bisu pun berubah menjadi suasana yang tak bisa terlukiskan kata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar