Allah, ku pasrahkan segalanya
kepadaMu, dia milikMu, hamba tak pantas untuk dirinya, hamba hanya seorang yang
berkali-kali jatuh kekubangan dosa dimasa silam. Ya Allah, jika memang ini
adalah cinta, hamba mohon, tautkanlah cinta ini kepadaMu saja, bukan kepadanya.
Tapi jika Engkau menakdirkannya untuk hamba, hamba akan mencintainya karenaMu
setelah akadnya mengguncang arsyMu. Allah, Engkau Maha Mengetahui kalo sekarang
hamba takut untuk mencintai seseorang, hamba takut maksiat didalam hati ini
akan membuat hamba tidak sampai pada ridhoMu, hamba juga takut seseorang yang
Engkau takdirkan nantinya juga melakukan hal seperti hamba terdapat maksiat pada hatinya.
Memang meski kadang usaha untuk menjaga hati dari maksiat sangat susah, tapi
hamba selalu bangun ketika terjatuh didalam kubagan maksiat hati itu. Allah,
Engkau tahu kalau hamba hanya seorang yang mudah cemburu, egois dan masih
kekanak-kanakan, hamba pastinya sangat cemburu sekali ketika dia yang Engkau
takdirkan untuk hamba sedang menautkan hatinya pada seseorang sekarang. Hamba
tidak ingin semua itu terjadi, maka tautkanlah hati hamba hanya kepadaMu saja,
karena maksiat hati memang sangat menyakitkan sekali.
Wahai engkau yang ditakdirkan Allah
untuk menjadi penyempurna separuh agamaku. Tak perlu engkau risau tentang siapa
jodohmu sekarang, fokuslah pada usahamu menghalalkanku, membahagiakan orang
tuamu yang sudah ingin menimang cucunya yang kelak akan menjadi
mujahid-mujahidah yang tangguh. Meski engkau bukan orang yang sempurna, tapi
aku akan menerima semua kekuranganmu, karena aku juga tidak memiliki
kesempurnaan. Aku akan mencintaimu, menaatimu karenaNya, engkau adalah
pilihanNya yang telah diutus untuk membimbingku, menjadi parner ibadahku,
menjadi sahabat, menjadi suami yang juga akan membimbing para calon mujahid
mujahidah kita kelak. Tetaplah berusaha disana, aku disini masih menunggumu,
entah hingga beberapa waktu. Kau tau, bahwa umur ini memang sudah layak untuk
menimang seorang mujahid/mujahidah, tapi sekarang aku masih perlu banyak belajar
agar kelak bisa membimbing anak kita
agar memiliki ketaqwaan dan
taat kepada kedua orangtuanya. Kau dan aku. Akan menjadi
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar