Gejolak
Jiwa
Oleh:
Hasanatul Mutmainah
Hantaman
rintik hujan memberatkan hati.
Gejolak
jiwa yang menggebu membentuk gerombolan awan hitam.
Elektron-elektron
menjelma menjadi petir.
Eksistensi
diri menyalakan kobaran semangat.
Perlahan
berkobar dan meredup.
Tapi
semua berakhir mati.
Hanya
debu, sisa kobaran itu.
Ku
tebar, mereka terbang dan menyisakan butiran polusi.
Menyesakkan
bronkus yang perlahan menyempit.
Aku
terusik tentang kelamku.
Seakan
mengoyak luka yang kan sembuh.
Aku
tersesat dalam waktu.
Jombang,
24 April 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar