Sudut
Keramaian.
Oleh.
Hasanatul Mutmainah
Menyeruak
warna mentari senja diperaduannya.
Dedaunan
pun melambai-lambai, membuatku iri padanya.
Gema
adzan membekukan darahku.
Naik
turun ludah memasuki lorong kerongkongan.
Kau
tengadahkan tanganmu.
Mencoba
mencari iba dari jiwa-jiwa yang angkuh.
Meski
rinai hujan membasahi jilbab lusuhmu itu.
Tak
henti kau memegang perutmu.
Hanya
untuk sesuap nasi tuk menguatkan ibadah.
Adakah
yang peduli?
Adakah
yang mengerti?
Di
sudut keramaian jeritanmu bersembunyi.
Bojonegoro,
30 Juni 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar